Perjalanan yang tidak terduga mengunjungi sebuah kota-kota di jawa
tengah, mulai Candi borobudur hingga hingar bingar di tengah kota
yogyakarta, tepatnya di jalan malioboro. Mulai dari candi borobudur
yang termasuk salah satu keajaiban di dunia, candi ini konon kata teman
berdasar pada salah satu referensi sejarah yang kurang tahu persis
bukunya `_~, yang pasti telah dikenal luas oleh masyarakat di jagat
raya. satu yang dirasa aneh, berbagai keterangan tentang keadaan
borobudur terpampang di kanan maupun dikiri jalan. namun sekarang ini,
hanya sedikit terpampang keterangan-keterangan tentang candi borobudur
ini. entah mungkin ada sedikit tendensi atau apapun lah, yang sulit
dipahami. maksudku,mana bisa lebih menarik masa bila dipinggir jalan
menuju candi boroudur hanya tertulis gambar dan tahun berdirinya, tanpa
"iming-iming" keterangan lain yang lebih berpengetahuan, misalnya,
terpampang sedikit ringkasan goresan tangan dari berbagai sisi ilmu
pengetahuan atau para ilmuwan, padahal tidak sediit orang yang ahli
dalam bidang tertentu yang dalam penelitiannya membahas candi
borobudur. almarhum DR.H. Hidayat nataatmaja, mengkaji susunan bangunan
candi borobudur dari sudut ilmu islam. atau dikaji dari segi
psikoanalisis budaya terhadap ilmu arkeologi dan lain sebagainya.
adapun Dari segi lingkungan candi borobudur sudah tidak diragukan lagi,
bersih dan tertata rapi.
perjalanan berlanjut ke Taman Pintar,
sebuah tempat yang berkesan seperti toserba besar, didalamya tersimpan
hal-hal yang cukup dikagumi yang berlabel pintar dan amazing. namun
kesan awal yang kudapatkan adalah sebuah "pertokoan ide-ide pintar".
saat tiba didepan dan ditunjukkan tempatnya, gerbangnya tidak jauh
berbeda dengan pintu masuk ke sebuah perum. entah dikarenakan belum
sepenuhnya tuntas atau apa, yang pasti hanya kesan itu yang aku dapat
dan tidak terisi direlung hati. sepenggal kisah perjalanan berkesan di
taman pintar. satu foto yang berkesan dibenak dan pikiranku, yaitu,
lambang-lambang senjata keraton yogya, seperti cakra, trisula dan
sebagainya, memberi kesan adanya nilai-nilai fiosofis yang masih dan
perlu dipertahankan. karena lambang-lambang itulah menjadi
karakteristik nilai-nilai budaya jawa yang sangat kental.
Perjalananku
berakhir, diperbelanjaan jalan yang termashur, yaitu maliobro,
suasananya lumayan rame, hanya saja sisi mana yang menjadi jalan
tersebut bisa terkenal dan mesti dikunjungi orang sewaktu ke
yogyakarta?, apa mungkin tempat perbelanjaan dipinggir jalan ataukah
tempat santai seperti sekelompok orang yang bermain musik dengan
alat-alat tradisional?. tempat perbelanjaan khas yogya tidak jauh
berbeda dengan tempat lain, atau tempat bertengger orang-orang yang
santai atau istirahat sambil jajan sekedarnya, cuma bagi saya hanya
satu yang berkesan, yaitu sekelompok pemuda yang bermain musik dengan
alat tradisional. kesannya memberi aura kedamaian dan ketenangan di
sekitar jalan malioboro. atau entah karena aku berkunjung di sore hari,
tidak dimalam hari, yang konon katanya lebih ramai.
kesan ini bercerita tentang yogya sekarang, yang dahulu benar-benar
dikenal sebagai kota pendidikan dan memberi kesan yang khas lain dari
pada yang lain.
23 Desember '11