Sabtu, 27 Juli 2013

BERTAHAN DENGAN KESABARAN

Sabar adalah salah satu sifat terbaik diantara Akhlakul karimah (akhlak/perangai yang baik). Kesabaran seseorang tidak bisa datang begitu saja tanpa sebuah pembinaan untuk memupuk sifat ini. Kesabaran yang semestinya dimiliki setiap orang ada 3 macam. Pertama, sabar dari musibat. sabar dari musibat adalah sebuah kesabaran yang dimiliki ketika terkena musibat apapun bentuknya. Misalnya seseorang ditimpa sakit dan kemudian berobat. musibat sakit yang ditimpakan kepadanya menuntut kepadanya agar ia bersabar karena tertimpa sakit. Jangan sampai murka dan menyalahkan terhadap nasib yang menimpa kepadanya.
kedua, sabar dari maksiat. sabar dari maksiat artinya sebuah kesabaran yang tumbuh karena menahan dorongan terhadap diri untuk melakukan maksiat. Ketiga, sabar dari taat. Kesabaran ini tumbuh karena taat kepada Alloh Swt. sehingga dalam ketaatan yang berupa peribadahannya diiringi dengan penuh keikhlasan sesuai dengan anjuran Alloh SWT yang menyatakan bahwa tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Alloh Swt dengan penuh keikhlasan yang baginya agama (al-bayyinah). Ketiga macam kesabaran yang diajarkan rasulullah saw itu merupakan bekal hidup kita selama di dunia. 
Tidaklah Alloh SWT dan Rasul-NYa menyuruh sesuatu tanpa ada sesuatu yang lain, yang mampu menumbuhkan dan menimbulkan hal itu terwujud, seperti halnya sifat sabar. sifat sabar yang dianjurkan Alloh SWT dan Rasul-Nya bisa dibentuk berdasarkan fondasi inti dari islam itu sendiri, yaitu berpuasa. puasa adalah pembinaan kesabaran terhadap apa-apa yang kita jalani selama di dunia ini. Maka berpuasa diwajibkan oleh Alloh SWT dan rasul-NYa untuk kita sebagai ummat islam, yang mana puasa adalah salah satu rukun Islam. oleh karena itu, apabila kita ingin memiliki sifat sabar maka berpuasalah. 
19 Ramadhan/28 Juli 2013
Moch. (Wawa) Farid Wazdi Nurtsani Sanjari Al-Khoeiry at-Taziky