Sabtu, 04 September 2010

Sekapur Sirih Naturalis of experience

Suatu perjalanan yang tidak mungkin kulupakan. Untaian alam pikir dari titik-titik terhubung menggariskan langkah kehidupan nyata. Hantaran five of life, sekelumit dari ilmu Tuhan Yang Maha Kuasa, menyebar dan menyerap kedalam jiwa dan atma yang tidak lagi kumiliki sepenuhnya, hanya sebagai Engkau dalam diriku yang awalnya terbaring tertegun dan ketakutan dalam sujud.
Tertegunnya aku dalam kesesuaian sebuah sistem terbesar didunia dengan satu kunci yang telah pasti, kebesaran dan kekuasaan serta kekuatan-Nya. Keunikan dan keagungan-Nya selalu terjaga dan terpelihara didada dan hati hamba-Mu ini. Sejuta asa, seribu mimpi terkuak dalam hamparan anai-anai yang terabaikan.
Mandilah aku dalam berbagai buaian kehalusan-kehalusan alam yang hanya bersitan-bersitan sajalah meski kadang kurang beruntung kudapatkan hikmah dan buahnya. Deraan poros tertinggi merangkai ungkapan-ungkapan tak enak dinafsu nikmat diembat.
Aliran air yang terus mengalir sesekali tercubit dan tercium cahaya hingga dipelukan mentari, berbagai warna terakumulasi dan terakulturasi diangkasa, dan sesekali pula saling gesek dan gasak satu dengan lainnya hingga menggetarkan alam dan akhirnya sebagian kembali turun mencair dalam pelukan hamparan bumi atau direlung-relung bumi menyatu bersama yang lain menjadi bah dan anaknya berpencar sebagaimana kodratnya.
Putaran dan perubahan wujud akan selalu ada dan semua itu ada dalam diri manusia. five of life menjadi sebagian kekuasaan dan kekuatan Tuhan yang diterkadang disembah dan dijadikan sebuah berkas membawa hikmah. Dayagunalah yang aku teruskan dan aku lanjutkan sebagaimana Tuhan instruksikan kepada sang Adam.
Sujud syukurku Ya Alloh..kuambil sebagian dari kekuasaan dan kekuatan-Mu semoga selalu bermanfaat hingga akhir hayat. Amin.
04-09-2010.
Diawal Tahun Kelahiranku. HUT. Wawa Farid Wazdi.

Rabu, 11 Agustus 2010

TRI DASA RAMADHAN

Diujung sya'ban yang penuh kebahagiaan, keterikatan antar sesama menyatu dalam satu kesamaan hidup untuk saling merasakan pelbagai rasa kehidupan. keretakan-keretakan yang ada berujung dengan kesempurnaan sebuah ikatan ummat yang membahana. Acap kali salah ucap sandarkan rasa semaunya.
Selendang ini dikibarkan dengan 3 warna rasa ilahi terucap dari lidah sang Nabi. Kasih sayang bertalu diawal dasa hari ramadlan. Garis ini membujur lebih tinggi dan lebih besar, tentunya lebih halus dari sekedar hari-hari hingga kiamat jadi.
dua dasa kemudian garis penghapus titik hitam langkah manusia yang kadang lupa dan salah. terjatuh dan terkulainya manusia dalam titik noda hitam yang semestinya dipinta, tetapi sang ilahi tambahkan rasa manis itu dengan sebuah kelezatan diantara seduhan yang mungkin terasa kurang dalam pengecapan rasa.
Akhirnya diakhir dasa ramadhan sebuah tindak protek dan preventif ilahiyah dari panas dan hembusan hamparan siksa neraka. naluri-naluri ilahiyah terlahir dengan sendirinya dalam titik nominasi dipenghujung ini. seleksi pancaran ilahi disatu malam penuh arti yang cukuplah kepasrahan dari ibadah-ibadah yang akan menuai kebaikan 1000 bulan dari munajat seorang abdi atasNYa. keberkahan yang terus menerus ditebarkan bukan hanya ditanah suci namun disemua penjuru alam.
itulah 3 dasa ramdhan yang penuh hikmah. marhaban ya ramadhan. semoga kunikmati keberkahan angin surgawi dari ketiganya. Amin.

Sabtu, 31 Juli 2010

Taman Firdaus Terhalang Rimba Belantara

Sejenak terkoyak dalam cengkraman negara Asia tengah, Cordova islami terbakar habis bersama bekal-bekal dari timur tengah. puncak kejayaan itu terkikis oleh lereng-lereng dan sempalan-sempalan yang akhirnya satu demi satu runtuh dan roboh. untuk kesekian kalinya isi hati terkoyak menggugah rasa keinginan menabur benih keilmuan dalam berbagai dimensi menuju kebangkitan kembali setidaknya setaraf bahkan melebihi saintifis dan para prolog yang terus membentangkan kepak sayapnya.
Tahap demi tahap tanpa taraf serta hierarki tak terpedulikan demi mengejar dan mengembalikan kepercayaan serta cerdik pandai yang hingga kini tercium aroma napas kehangatannya. rimba belantara sempat tercabik-cabik hingga menjadi sebuah taman yang indah dan tanaman-tanaman yang indah dan digemari.
Sejenak berbagai kontemplasi dan ekspedisi tereksplorasi hingga kini dianugerahi naungan ilahi. Bersemayam dalam lautan awan pun terbungkus hingga tertawan dalam sebuah naluri klasifikasi dan kodifikasi pengetahuan yang membahana melalui berbagai media.
Entah kurun keberapa, jejak langkahnya terungkap dan mampu ditelusuri para bijak. kesatuan tekad melalui pintu yang berbeda terbuka dengan sendirinya terhirup kembali udara segar melalui satu pegangan dan pedoman nan terpelihara hingga akhir dunia.
itulah kuncinya segala hal dan perjalanan sebuah kepasrahan yang terstruktrur dan sistematis dari sang ilahi. Dan masih banyak mutiara-mutiara terpendam lainnya yang belum terungkap hingga kini. hal inilah yang kita yakini bahwa selama transkrip-transkrip ini kita gali dan terinterpretasikan secara baik pula, maka tentu kenikmatan dan keindahan Taman surgawi pun terbuka lebar meski jalannya curam dan berliku.
keindahan-keindahan yang diidam-idamkan itu masih menganga dalam buaian-buaian yang masih tersimpan rapi dan terkondisi serta merta membahanakan meski sesekali terjadi pergesekan yang menorehkan onggokan-onggokan yang tidak menyedapkan.
semoga dan semoga keindahan serta rimba-rimba yang masih berserakan dan membelantara pun terhinggapi angan-angan yang tersusun rapi dalam kajian-kajian yang berbeda dalam tujuan yang sama yang kita dambakan.
Perjalanan dan perjuangan keilmuan islam

Jumat, 25 Juni 2010

Ajari Aku Sholat....!

Selama ini, sebagai muslim tidak pernah terukir dalam benak dan pikiranku tentang sebuah makna sholat hingga titik inti dari sholat itu sendiri. senada dengan kata para ulama bahwa sholat merupakan sebuah ritual atau ibadah yang dilakukan yang dimulai dari takbir hingga salam. pemaknaan rukun-rukun yang ada, yang melahirkan sebuah konsekuensi sebagaimana firman Alloh SWT, Pencegahan dari perbuatan keji dan munkar. ataukah tidak perlu pemaknaan sama sekali tentang segala hal aplikasi sholat itu. lantas dari sisi manakah sholat itu mampu berkonsekuensi sebagai tujuan preventif terhadap keji dan munkar?.
Telah lama ibadah sholat itu dilakukan dan disyari'atkan namun semua itu tidak teraplikasi hingga titik konsekuensinya. Pernah ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa tata laku dan perilaku dalam sholat itu memaknai sisi kehidupan yang manusia jalani. Sebagaimana tegaknya posisi dalam sholat merupakan sebuah tegaknya pendirian seseorang hingga tingkat sikap tawadlu dan tadarru' yang mewakili ruku dan sujud dalam sholat. Atau pemaknaan individualis dan sosialis dalam pelaksanaan munfarid dan berjama'ah.
Sedikit banyaknya hal itu ternyata ada dalam sebuah deskripsi tatanan norma susila kehidupan manusia. meski terkadang kita terjatuh dalam sebuah "keadaan terpuruk" (udzur) sehingga kita harus melaksanakan sholat dengan cara duduk.
Kemudian sebelum melaksanakan sholat diharuskan membersihkan dan mensucikan diri dari berbagai hal yang akan mengganggu kelancaran sholat sehingga sholat menjadi khusyu hingga salam. kekuatan dan kehampaan memegang sebuah hasrat yang terukir dihati atau sebuah keinginan untuk sekedar mengisi perut terukir dalam kias sikap tangan dalam posisi berdiri. Atau hanya sebuah sikap penjagaan hal yang terpenting dalam kehidupan.
meski terkadang aku lupa dan aku harus melakukan hal yang terlupakan dan melakukan sebuah ketundukan manusia kepada Alloh swt yang Maha Ilmu, sebagai Kesyahwian manusia dalam suatu waktu.
berbagai kodifikasi kias ibadah dalam norma kehidupan terkadang terselip meski tidak banyak hal itu terpikirkan olehku. Entah mungkin juga perilakuku pun tidak jauh berbeda dengan sholat yang aku lakukan selama ini.
itu mungkin sebuah interperetasi yang terbersit dalam pikirku. mungkin benarnya tidaknya belum tentu dan belum pernah aku tahu dalam pengetahuanku. Maka aku pun belajar melalui pemaknaan sholat sebagai sebuah titik fondasi agama yang pertama setelah pernyataan syahadatain yang selalu terucap setiap kali dalam sholat dan keyakinan terhadap Sang Penilai agama Islam sebagai Agama yang terpilih disisi-Nya.
Maka dari itu, aku terus belajar sholat dengan melakukannya setiap hari sebagaimana waktu yang telah ditentukan dan sebagai sebuah ketundukan serta kepasrahan terhadap tiang-tiang agama islam sekaligus manifestasi pernyataan dan persaksianku yang tidak perlu aku ucapkan secara formal,meski belum semua aku lakukan yaitu rukun bagi orang yang dianggap mampu membekali dirinya di perjalanan. Semoga melalui pembelajaran sholat ini mampu mencapai tujuannya dengan sendirinya. Amin...

Kamis, 10 Juni 2010

Momentum Sebuah Falsafah Ibadah

ketika sebuah agama digirng kepada sebuah segi hubungan antara makhluk dengan pencipta, maka hal itu akan mengalir pada sebuah ibadah secara horizontal. maka tidaklah heran ketika sesuatu simbol digulirkan sebagai titik fokus atas pusat untuk peribadatan.seperti arah ibadah sholat yang mengarah ke arah ka'bah atau kiblat adalah sebuah titik simbol pertam sejak Nabi adam, karena dulunya merupakan titik utama peribatan yang dilakukan nabi adam, maka pada zaman nabi ibrahim titik tersebut dibentuk dan diperbaiki sedimikian rupa adanya sekarang. Dulunya ka'bah merupakan sebuah tembok yang berbentuk seperti bangunan yang belum tuntas.
Ada kata ka'bah dan kiblat, yang memiliki arti dan makna berbeda hingga pada titik realisiasi yang berbeda pula. ka'bah berbarti simbol lahiriyah dan kiblat adalah simbol bathiniyah. maka dari itu, dikarenakan sholat merupakan ibadah yang dilaksanakan secara lahir dan bathin maka tidak heran pada kenyataannya secara lahir yang sholat menghadap ka'bah dan kiblat menghadap kepada sang pencipta (kepasrahan kepada sang pencipta alam Alloh swt). tidak sedikit dan tidak heran ketika kedua kata tersebut dipertanyakan oleh ummat islam sendiri. maka tidak ada salahnya ketika hal itu didiskusikan atau dijelaskan secara gamblang agar tidak terjadi kebingungan.
ketika sebuah agama melihat kepada dua sisi yang inti, yaitu lahir dan bathin, maka hal itulah yang menjadi sebuah titik pembinaan dan bimbingan dalam semua agama. sehingga masing-masing agama memiliki format dan formulasi yang berbeda dalam mengusung dan mengantarkan ummat manusia.
Maka falsafah ibadah dari semua agama adalah pembinaan dan pembimbingan manusia kedua arah kebaikan didunia dan diakhirat, atau ketenangan dan ketentaraman lahir dan bathin. maka semua peribatan hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Rabu, 12 Mei 2010

Sebuah Kontemplasi


Secercah dari sebuah kesadaran untuk melepaskan diri dari genggaman sang Durjana yang tanpa sadar kubuat kesalahan yang hampir merenggut nyawa. Hanya satu titik lagi dari harapan-harapan yang tersisa kusematkan secercah dan sepercik cahaya dari tenaga yang kupunya. Sempat kuterlelap dalam kegelapan tanpa sadar dan kubersyukur aku masih terbangun kembali dalam waktu yang cukup singkat namun terasa lama.
Semula kukira kematian bagai sebuah mimpi yang hanya meninggalkan jasad saja dan berkelana di alam lain, namun ternyata perlu proses lain untuk kembali dalam sebuah wujud senyawa antara atma yang tidak sadar dengan atma yang sadar. Entah berapa kali jiwaku terus dikejar-kejar dengan yang namanya kematian, namun baru kali ini dan hari ini ku tahu arti kematian yang sebenarnya. Tak ada suara, tak ada kesadaran, tak ada sebuah kehidupan pun dan tak ada segala-galanya, inilah mungkin yang diartikan sebagai fananya sebuah kehidupan. pada awalnya aku mengira bahwa kematian itu adalah saat aku dibawa oleh seseorang yang tidak kukenal dan menari diatas awan bersama kelelawar yang berukuran besar yang menyelamatkan aku dan kembali ke dalam tubuhku.
Sepengetahuanku dulu kematian adalah lepasnya nyawa dari tubuh dan hidup dialam barzah, dan akan dibangunkan kembali dengan tubuhnya pada saat diyaumul mahsyar, sebagai mana dalam KItab Al-Qur'an surat al-baqarah bahwa manusia akan mengalami dua kali kematian dan 3 kali hidup dan tidak ada kematian lagi setelah itu.
Dari semua ini, aku semakin mengerti apa arti sebuah kematian serta akan dibawa kemana kita nanti. kematian yang hanya lepasnya nyawa dari jasad dan hidup sadar dialam lain dan kematian yang lepasnya nyawa dari tubuh tanpa sadar, keduanya telah aku alami. mungkin kebenaran dari dua keadaan ini kuserahkan kepada Sang Pencipta. Semoga dan semoga keadaan ini bisa menjadi hikmah bagi hidupku di dunia ini dan demi keselamatan di akhirat nanti.

Minggu, 04 April 2010

Bunga Desa Berkabut Bianglala


Secarik kertas berisi tafakur atma berkilah dengan tinta warna.
rona gambar bertutur menyapa melengkapi rasa jiwa.
Secercah asa bertabur dan berbunga mewarnai rasa jiwa.
gerak udara simak lingkaran logos idea.
jejaka bertemu sapa dengan sang perawan
bertatap muka layangkan khayal curahan rasa
tanpa sadar terjatuh dalam fantasi imajinasinya
terselip cahya terang penabur warna kesunyian.
Terkadang resah diburitan yang entah dari mana datangnya.
Masa silam kembali menyapa dibalik sang perawan
sesekali jejaka tertera wajah tak paham
sukma apa lagi yang kau berikan?
Renungan berlanjut sesaat kehadiran warna-warna bak bianglala
Tersibak dibalik wajah sunyi gerakan berbentuk setengah lingkaran
keadaan semakin tak tertahankan semburkan rasa jiwa
kristalisasi sebuah jiwa yang terus melayang
Serentak sang perjaka bertutur dalam angan
merambah segala sisi dan sudut buaian sang perawan
bak sang pertapa mencari ajimat di sudut-sudut keramat
nikmati alam surgawi berkebun di pelataran tabu hasrat
Bunga Desa bertajuk pualam tak terkira dalam angan
Sisi kekosongan menari dendangkan sejuta makna
Kembali kesemula selendangkan jiwa sembada
Jejali talenta yang tak pernah ada
Entah makna apa lagi yang akan datang
sejarah di indiakah atau persian
atau sejarah baru yang mungkin datang
retakan hati kelam berjubah kebesaran sang perawan

Rabu, 17 Maret 2010

Sajak Alam Rambahan



Sejajar denganku bertalu rindu
diatasku lebih dariku
dibawahku belum lagi termangu
adalah sisi lain belum kutahu

sejuta rasa menganga dialam sana
seribu rindu bertalu tak pernah ketemu
berabad-abad menjadi misteri
hingga kembali kepada sang ilahi

potensi mencuat kadang bersembunyi
bakat menguat kadang terhambat
power of sense selalu diharap
sense of belonging terus membanding

dibalik dinding pernah disanding
dibalik kerudung pernah dirundung
dibalik pintu pernah dibantu
dibalik apapun pernah ditemu

Akhirnya,
Tanah datar yang pernah bergetar
Angin bertiup yang pernah terkatup
api membara yang pernah membakar
tanaman ngarai yang terus mengarai
dan air yang terus mengalir
Semuanya bersatu menjadi alam semesta.

Kamis, 18 Februari 2010

Ritme kehidupan


RITME KEHIDUPAN

Langkah kehidupan manusia memiliki irama (ritme) tersendiri sebagaimana Tuhan Yang Maha Kuasa tentukan segala hal atas dirinya. mulai dari awal kehidupan di alam fana ini hingga akhir hayatnya bertangga dalam sebuah kias melodi musikal. Serangkaian sayup-sayup kehidupan bertalu dan mengalir sesuai dengan harapan dan keinginannya masing-masing. Keselarasan musik dan lirik bertengger menjadi sebuah lagu yang enak didengar ditelinga manusia dan menjadi nominasi sehingga menjadi sebuah prestasi yang berharga dan berguna bagi pencipta dan orang lain. Begitupun keselarasan antara cipta, karya dan karsa dalam diri manusia mengalir senada dengan denyut nadi yang terus mengalir dalam diri manusia.
Kendatipun begitu tidak semua keselerasan dalam diri manusia tercipta sesuai dengan harapan yang diidam-idamkan sehingga orang lain mampu berkeinginan menghayati dan menikmati irama tersebut. Ketidakselerasan itu berupa ketidaknyamanan dalam kehidupan karena terpaut sebuah kesalahan dalam menyusun lirik dan melodi kehidupan.
Oleh karena itu, dibutuhkan rasa yang tinggi dan penyusunan kata-kata yang indah yang sesuai dengan suasana hati ataupun nada-nada kehidupan.
Sebuah keniscayaan akan merenggut titi nada kehidupan yang dijalani dan direncanakan sebelumnya. Kepercayaan serta keyakinan akan menjalani kehidupan yang diharapkan sangat dibutuhkan guna menuju masa depan yang cerah, indah dan bisa nikmati dengan tenang dan tentram sebagaimana yang diharapkan manusia seluruhnya.
Dari sini, kita bisa tahu dan mengerti bahwa keselarasan atau keseimbangan dalam menyusun ritme kehidupan terutama antara lirik dan irama yang bermelodi keindahan titik-titik nada yang menggetarkan jiwa. Dengan Kata lain, "Keselarasan tata kata dan irama kehidupan adalah sebuah musikal kehidupan yang diharapakan".
Malam jum'at (jum'at pagi) : 19/02/2010. Wawa Farid Wazdi.

Senin, 01 Februari 2010

Rain and brain

Hujan merupakan sesuatu yang diharapkan setiap orang jika bumi dirundung kekeringan air. titik-titik air hujan bisa menyegarkan otak kita, sebagai konseuensi/pengaruh hujan terhadap udara disekitar. kita bisa melihat anak-anak bermain di bawah rintik hujan, mereka merasa gembira dan karena kepalanya basah dan otaknya merasa segar
itulah selintas pancaran yang dirasakan ketika kepala diguyur (dibasahi) air. Air merupakan sebuah materi yang sangat penting bagi tubuh kita, selain mandi ataupun minum. sebagai materi terpenting, air juga bisa digunakan untuk kesehatan bagian-bagian tubuh manusia dikala tertentu. misalnya, ketika seseorang mengalami kantuk yang teramat sangat sedangkan kegiatan masih harus dilanjutkan, maka jangan khawatir untuk membasuh muka dan alangkah lebih baik membasahi seluruh bagian kepala, hal itu dilakukan agar rasa kantuk hilang dan menjaga pikiran tetap jernih. Namun tidak sedikit diantara kita tidak melakukannya karena tidak mengetahui konsekuensi ketegangan syaraf otak/kepala sehingga tidak sedikit pula diantara kita yang terkena pembekuan pembuluh darah hingga terjadi stroke.
keadaan itu sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti di sekolah mapun dikantor terutama pada saat-saat simposium atau kerja kelompok yang lumayan banyak mengekploitasi pikiran.
sepintas lalu hal itu dianggap sesuatu yang sepele, padahal hal ini sangat penting demi menjaga kesehatan serta hasil pekerjaan yang diharapkan.
kelebihan dari membasahi kepala adalah hilangnya udara yang selalu dikhawatirkan oleh kita yang diibaratkan seperti fatamorgana, yang berkonsekuensi terhentinya atau macetnya peredaran darah di sekitar kepala sehingga dimungkinkan kesehatan kepala kita terganggu.keadaan yang dirasakan bila seseorang membasuh kepala adalah kepala terasa fresh (segar) dan pikiran menjadi lebih jernih bahkan menjadikan rasa tenang ke seluruh tubuh kita.
Selamat Mencoba............!