HEBOH VIDEO MINI MATA AWAN PASCAGEMPA TASIKMALAYA
Gempa Tasikmalaya yang sempat membuat heboh dan meluluh-lantahkan sekitar 5 daerah di provinsi Jawa Barat ini, selain membuat trauma dan membuat tangis histeris bagi orang-orang yang melihatnya, apalagi orang yang mengalaminya. Di tengah-tengah pembersihan serta penggalangan dana bantuan di daerah bencana, gempa susulan di provinsi lain sempat juga membuat orang meringis dan trauma.
ada sebuah kejadian yang juga membuat heboh di tengah-tengah bangunan yang berserakan akibat guncangan gempa ini, yaitu beredarnya video mini mata awan pada saat gempa tasikmalaya terjadi. mata awan ini mirip dengan mata Hera, dewa kegelapan, dalam cerita Yunani kuno daerah Athena atau cerita Film Hercules, hanya saja warna kedua matanya tidak berwarna merah api, hanya menunjukkan sikap marah yang terlihat dari sorotan mata manusia.
di tengah daratan sedang diguncang di tambah sebuah helaan awan yang memberi tanda sebuah kemarahan dan keangkara murkaan, akankah hal itu menjadi sebuah peringatan bagi kita sebagai manusia yang memiliki sifat khilap dalam memegang tugas sebagai pengurus di bumi ini (Khalifah). karena bukankah Alloh Swt pernah berfirman bahwa sebuah kerusakan yang ada di bumi ini, tidak pelak dan tidak lain karena perbuatan manusia itu sendiri.
maka dari itu, kalau kita mau dan mampu menelaah keadaan yang berada disekitarnya, tentunya kita akan menyadari dan melangkah menuju kemaslahatan di dunia ini, yang tentunya menjadi tugas kita bersama dalam menjaga kelestarian alam nyata dan alam nurani kita yang menjadi sebuah ibarat perisai jatidiri manusia menjaga alam semesta ini.
pertanda di atas atau di bawah, atau dimana pun adanya, itu merupakan sebuah proses vertikal dan horizontal di muka bumi ini, sebagaimana air mengawan menghitam dan menurunkan hujan serta akhirnya kembali seperti itu. perjalanan manusia pun terkondisi sebagaimana manusia mengkondisikan dirinya dalam sebuah kesatuan diri atau dengan yang lain serta memapar alam, menampakan sikap yang tak pelak "tercebur" ke dalam sebuah kenistaan hingga tergoyahlah ia menganga berjalan tak keruan hingga suatu saat ditemukan sebuah fondasi sebagai penegak langkah menuju masa depan dan menjalani hidupnya dengan penuh harapan.
semoga dengan seiring penggalangan dana bantuan untuk membangun dan merehabilitasi tempat-tempat bencana serta mental orang-orang yang mengalami bencana, pun ingkungan dan alam seantero dunia, khususnya di indonesia lestari dan aman sebagaimana yang kita harapkan.
Amin..
Gempa Tasikmalaya yang sempat membuat heboh dan meluluh-lantahkan sekitar 5 daerah di provinsi Jawa Barat ini, selain membuat trauma dan membuat tangis histeris bagi orang-orang yang melihatnya, apalagi orang yang mengalaminya. Di tengah-tengah pembersihan serta penggalangan dana bantuan di daerah bencana, gempa susulan di provinsi lain sempat juga membuat orang meringis dan trauma.
ada sebuah kejadian yang juga membuat heboh di tengah-tengah bangunan yang berserakan akibat guncangan gempa ini, yaitu beredarnya video mini mata awan pada saat gempa tasikmalaya terjadi. mata awan ini mirip dengan mata Hera, dewa kegelapan, dalam cerita Yunani kuno daerah Athena atau cerita Film Hercules, hanya saja warna kedua matanya tidak berwarna merah api, hanya menunjukkan sikap marah yang terlihat dari sorotan mata manusia.
di tengah daratan sedang diguncang di tambah sebuah helaan awan yang memberi tanda sebuah kemarahan dan keangkara murkaan, akankah hal itu menjadi sebuah peringatan bagi kita sebagai manusia yang memiliki sifat khilap dalam memegang tugas sebagai pengurus di bumi ini (Khalifah). karena bukankah Alloh Swt pernah berfirman bahwa sebuah kerusakan yang ada di bumi ini, tidak pelak dan tidak lain karena perbuatan manusia itu sendiri.
maka dari itu, kalau kita mau dan mampu menelaah keadaan yang berada disekitarnya, tentunya kita akan menyadari dan melangkah menuju kemaslahatan di dunia ini, yang tentunya menjadi tugas kita bersama dalam menjaga kelestarian alam nyata dan alam nurani kita yang menjadi sebuah ibarat perisai jatidiri manusia menjaga alam semesta ini.
pertanda di atas atau di bawah, atau dimana pun adanya, itu merupakan sebuah proses vertikal dan horizontal di muka bumi ini, sebagaimana air mengawan menghitam dan menurunkan hujan serta akhirnya kembali seperti itu. perjalanan manusia pun terkondisi sebagaimana manusia mengkondisikan dirinya dalam sebuah kesatuan diri atau dengan yang lain serta memapar alam, menampakan sikap yang tak pelak "tercebur" ke dalam sebuah kenistaan hingga tergoyahlah ia menganga berjalan tak keruan hingga suatu saat ditemukan sebuah fondasi sebagai penegak langkah menuju masa depan dan menjalani hidupnya dengan penuh harapan.
semoga dengan seiring penggalangan dana bantuan untuk membangun dan merehabilitasi tempat-tempat bencana serta mental orang-orang yang mengalami bencana, pun ingkungan dan alam seantero dunia, khususnya di indonesia lestari dan aman sebagaimana yang kita harapkan.
Amin..