Selasa, 24 November 2009

PENCERAHAN DALAM PERLUASAN PARADIGMA


Memang sebenarnya segala sesuatu bisa dikejar dengan rasio manusia, hanya saja kesetimbangan dalam memproses hubungan antara sistem yang perlu dipertimbangkan, apakah akan menimbulkan keselarasan ataukah kehancuran dibelah pihak. Dan hal ini, terlepas dari eksisitensi transenden Sang pencipta, karena hal itu tidak perlu dipikirkan dan yang perlu dipikirkan adalah ciptaan-Nya yang dalam ukuran usia manusia ciptaan-Nya tidak akan pernah terlampaui hingga sudut-sudut terkecil. Ada juga orang hanya mengelilingi dunia dengan cara singgah sebentar di pelabuhan-pelabuhan tertentu.
Berbagai sisi telah terisi oleh manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, adapun tersisa itu memerlukan pemikiran-pemikiran inovatif agar tercipta sebuah penemuan baru lagi, baik sisi keilmuan ataupun keajaiban alam. Sisi manusia dari segi organ tubuh hingga sel terkecil terdapat ilmu kedokteran yang menelitinya atau sisi atau ranah spirit terdapat orang-orang yang disebut spiritualis. kalaupun menginginkan sesuatu yang baru dan aneh berpikirlah atau cari pengalaman dari sisi yang kita mampu dan kita bisa, suatu hari nanti keajaiban atau suatu keanehan akan ditemukan, seperti halnya seorang thomas alfa edison menemukan listrik dari seekor ayam (padahal entah apa hubungannya antara ayam yang bertelor dengan listrik atau lampu). itulah salah satu pemikiran inovatif manusia yang mampu menciptakan sesuatu yang baru dari hal-hal yang ia temukan kemudian dipikirkan dan membuahkan ide cemerlang.
Satu sudut dari manusia yang tidak sedikit orang mencarinya, yaitu bakat seseorang, agar mampu menjalani hidup di dunia ini, meskipun dalam perjalanannya saling berkompetisi. atau juga ada orang yang menjalani hidup dan tanpa dikira menemukan jalan hidupnya sendiri. Dan ternyata luasnya alam, terutama bumi ini, toh belum semua terlampaui, masih banyak titik-titik yang mampu membuka jalan hidup manusia. Sebuah kebekuan dan kebakuan yang tidak keruan saja yang mampu mempersempit jalan pikiran dan jalan hidup manusia.
Akhirnya, perjalanan di muka bumi ini tidak akan pernah berhenti hingga seluruhnya terkikis habis. Dan selama bumi masih terhampar serta kesempatan masih ada, tata kelanjutan yang perlu dimanifestasikan secara bertahap dan penuh harap. berbagai sisi masih terkendali, berbagai pihak masih bisa diajak, partisipasi manusia selalu tersedia hingga akhir hayat dan akhir dunia. selalu ada kesempatan dalam memperluas paradigma kita sebagai manusia.