
Secarik kertas berisi tafakur atma berkilah dengan tinta warna.
rona gambar bertutur menyapa melengkapi rasa jiwa.
Secercah asa bertabur dan berbunga mewarnai rasa jiwa.
gerak udara simak lingkaran logos idea.
jejaka bertemu sapa dengan sang perawan
bertatap muka layangkan khayal curahan rasa
tanpa sadar terjatuh dalam fantasi imajinasinya
terselip cahya terang penabur warna kesunyian.
Terkadang resah diburitan yang entah dari mana datangnya.
Masa silam kembali menyapa dibalik sang perawan
sesekali jejaka tertera wajah tak paham
sukma apa lagi yang kau berikan?
Renungan berlanjut sesaat kehadiran warna-warna bak bianglala
Tersibak dibalik wajah sunyi gerakan berbentuk setengah lingkaran
keadaan semakin tak tertahankan semburkan rasa jiwa
kristalisasi sebuah jiwa yang terus melayang
Serentak sang perjaka bertutur dalam angan
merambah segala sisi dan sudut buaian sang perawan
bak sang pertapa mencari ajimat di sudut-sudut keramat
nikmati alam surgawi berkebun di pelataran tabu hasrat
Bunga Desa bertajuk pualam tak terkira dalam angan
Sisi kekosongan menari dendangkan sejuta makna
Kembali kesemula selendangkan jiwa sembada
Jejali talenta yang tak pernah ada
Entah makna apa lagi yang akan datang
sejarah di indiakah atau persian
atau sejarah baru yang mungkin datang
retakan hati kelam berjubah kebesaran sang perawan