Kamis, 10 Juni 2010

Momentum Sebuah Falsafah Ibadah

ketika sebuah agama digirng kepada sebuah segi hubungan antara makhluk dengan pencipta, maka hal itu akan mengalir pada sebuah ibadah secara horizontal. maka tidaklah heran ketika sesuatu simbol digulirkan sebagai titik fokus atas pusat untuk peribadatan.seperti arah ibadah sholat yang mengarah ke arah ka'bah atau kiblat adalah sebuah titik simbol pertam sejak Nabi adam, karena dulunya merupakan titik utama peribatan yang dilakukan nabi adam, maka pada zaman nabi ibrahim titik tersebut dibentuk dan diperbaiki sedimikian rupa adanya sekarang. Dulunya ka'bah merupakan sebuah tembok yang berbentuk seperti bangunan yang belum tuntas.
Ada kata ka'bah dan kiblat, yang memiliki arti dan makna berbeda hingga pada titik realisiasi yang berbeda pula. ka'bah berbarti simbol lahiriyah dan kiblat adalah simbol bathiniyah. maka dari itu, dikarenakan sholat merupakan ibadah yang dilaksanakan secara lahir dan bathin maka tidak heran pada kenyataannya secara lahir yang sholat menghadap ka'bah dan kiblat menghadap kepada sang pencipta (kepasrahan kepada sang pencipta alam Alloh swt). tidak sedikit dan tidak heran ketika kedua kata tersebut dipertanyakan oleh ummat islam sendiri. maka tidak ada salahnya ketika hal itu didiskusikan atau dijelaskan secara gamblang agar tidak terjadi kebingungan.
ketika sebuah agama melihat kepada dua sisi yang inti, yaitu lahir dan bathin, maka hal itulah yang menjadi sebuah titik pembinaan dan bimbingan dalam semua agama. sehingga masing-masing agama memiliki format dan formulasi yang berbeda dalam mengusung dan mengantarkan ummat manusia.
Maka falsafah ibadah dari semua agama adalah pembinaan dan pembimbingan manusia kedua arah kebaikan didunia dan diakhirat, atau ketenangan dan ketentaraman lahir dan bathin. maka semua peribatan hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan.