Jumat, 23 Desember 2011

KESAN DIAKHIR DESEMBER

Perjalanan yang tidak terduga mengunjungi sebuah kota-kota di jawa tengah, mulai Candi borobudur hingga hingar bingar di tengah kota yogyakarta, tepatnya di jalan malioboro. Mulai dari candi borobudur yang termasuk salah satu keajaiban di dunia, candi ini konon kata teman berdasar pada salah satu referensi sejarah yang kurang tahu persis bukunya `_~, yang pasti telah dikenal luas oleh masyarakat di jagat raya. satu yang dirasa aneh, berbagai keterangan tentang keadaan borobudur terpampang di kanan maupun dikiri jalan. namun sekarang ini, hanya sedikit terpampang keterangan-keterangan tentang candi borobudur ini. entah mungkin ada sedikit tendensi atau apapun lah, yang sulit dipahami. maksudku,mana bisa lebih menarik masa bila dipinggir jalan menuju candi boroudur hanya tertulis gambar dan tahun berdirinya, tanpa "iming-iming" keterangan lain yang lebih berpengetahuan, misalnya, terpampang sedikit ringkasan goresan tangan dari berbagai sisi ilmu pengetahuan atau para ilmuwan, padahal tidak sediit orang yang ahli dalam bidang tertentu yang dalam penelitiannya membahas candi borobudur. almarhum DR.H. Hidayat nataatmaja, mengkaji susunan bangunan candi borobudur dari sudut ilmu islam. atau dikaji dari segi psikoanalisis budaya terhadap ilmu arkeologi dan lain sebagainya. adapun Dari segi lingkungan candi borobudur sudah tidak diragukan lagi, bersih dan tertata rapi.
perjalanan berlanjut ke Taman Pintar, sebuah tempat yang berkesan seperti toserba besar, didalamya tersimpan hal-hal yang cukup dikagumi yang berlabel pintar dan amazing. namun kesan awal yang kudapatkan adalah sebuah "pertokoan ide-ide pintar". saat tiba didepan dan ditunjukkan tempatnya, gerbangnya tidak jauh berbeda dengan pintu masuk ke sebuah perum. entah dikarenakan belum sepenuhnya tuntas atau apa, yang pasti hanya kesan itu yang aku dapat dan tidak terisi direlung hati. sepenggal kisah perjalanan berkesan di taman pintar. satu foto yang berkesan dibenak dan pikiranku, yaitu, lambang-lambang senjata keraton yogya, seperti cakra, trisula dan sebagainya, memberi kesan adanya nilai-nilai fiosofis yang masih dan perlu dipertahankan. karena lambang-lambang itulah menjadi karakteristik nilai-nilai budaya jawa yang sangat kental.
Perjalananku berakhir, diperbelanjaan jalan yang termashur, yaitu maliobro, suasananya lumayan rame, hanya saja sisi mana yang menjadi jalan tersebut bisa terkenal dan mesti dikunjungi orang sewaktu ke yogyakarta?, apa mungkin tempat perbelanjaan dipinggir jalan ataukah tempat santai seperti sekelompok orang yang bermain musik dengan alat-alat tradisional?. tempat perbelanjaan khas yogya tidak jauh berbeda dengan tempat lain, atau tempat bertengger orang-orang yang santai atau istirahat sambil jajan sekedarnya, cuma bagi saya hanya satu yang berkesan, yaitu sekelompok pemuda yang bermain musik dengan alat tradisional. kesannya memberi aura kedamaian dan ketenangan di sekitar jalan malioboro. atau entah karena aku berkunjung di sore hari, tidak dimalam hari, yang konon katanya lebih ramai. kesan ini bercerita tentang yogya sekarang, yang dahulu benar-benar dikenal sebagai kota pendidikan dan memberi kesan yang khas lain dari pada yang lain. 23 Desember '11