Minggu, 27 Oktober 2013

KEKASIH YANG ABADI

Semenjak kutemukan Dia di beberapa sudut terkecil. Indah nan tenang tersemat di dalam dada. subjektif memang, kurasakan damai diantara kebahagiaan dan kesedihan ataupun keterpurukan. Selaksa do'aku terurai dibalik kepatuhanku kepada-Mu. Titik kehidupan yang Engkau miliki kurasakan tiada dua, istimewanya hikmah dibalik lapad asma-Mu. 
Selangkah kuulurkan langkah ini, sebesar itupun kemampuanku. Kebesaran kuasa-Mu tak mampu kutelusuri. Luasnya Alam Semesta ciptaan-MU sungguh Besar Kuasa-MU. Bintang-bintang yang bercahaya binal berkelip tiada henti hingga menjelang pagi. Bulan purnama bercahaya riang seolah senyum kekasih pujaan dikejauhan. 
Tanpa ku tau kapan pernah kunyatakan cinta dan kasih sayang serta janjiku akan selalu setia kepada-Mu. Engkau telah sayang sejak dulu dalam al-Qur'an-MU. Kupandang nama-Mu dibalik kerinduan untuk bersujud dihadapan-Mu. Hanya 5 kali kusematkan disela-sela akhir pembuktian kesetiaanku.
Namun apalah yang harus kupersembahkan diantara beribu nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Aku belum mampu untuk mengorbankan seperti yang engkau harapkan menjadi insan harapan sesuai firman-Mu "Inna akramakum 'Indallohi atqakum". Secuil ketundukan dengan harapan kudapatkan manis cinta dari-Mu, seiring itu pula pupus karna kekhilapanku. Astagfirullah Al-Adim......!
Lestarinya tanaman dzikir lisanku, kusiram dengan rangkaian Ungkapan-ungkapan-Mu yang indah, tertata rapi tiada banding tiada tanding di Taman Al-Qur'an. Pesona metafora dan sastra lainnya berkerudung aneka tafsir, berjubah tahta indah tiada tara. Beribu kata sejuta makna asa manusia tersimpan.
Bermula dari Basmalah menghiasi sekapur sirih al-Fatihah, mengalir mewakili seluruh isi firman-firman-Mu. Asma-Mu  mengawali rangkaian basmalah, Alloh Swt sebagai Asma-Mu. Rahman sebagai sifat yang mengalir tanpa pandang bulu disegenap semesta ini. Kerahiman-Mu menjelang disaat tertentu dan hanya kepada Ummat utusan-utusan-Mu Engkau berikan Kasih sayang-Mu.
Sebuah Sistematika yang terkubur dibalik keindahan Firman-Mu, menyeluruh terangkai  melalui khalifah-khalifah pengganti Utusan-Mu yang tak lepas dari skenario-Mu. Esensi Fatihah bernada lirih mengantar suwar-suwar yang panjang dan ditali simpul dengan suwar-suwar pendek-Mu. Beberapa Kata kunci untuk menggali al-Qur'an-Mu, tertera dibalik prosedur penyusunan Kitab-Mu. Hanya satu yang kudapatkan dan Engkau Anugerahkan "Rangkaian dan Tatanan Yang Indah dibalik berbagai Penyusunan karya Ilmiah".
Bertambahlah Rasa Cinta dan Sayangku Pada-Mu setiap kubaca Surat-surat-Mu.  Kubaca dan Kunikmati kata-kata Indah-Mu penenang jiwaku. Rayuan-rayuan-Mu membuat spiritku semakin yakin akan kasih sayang-Mu terhadap semua Makhluk-Mu. Kucium selalu diakhir pembacaanku. Rindu dan rindu...kuingin selalu  terus membaca surat-surat-Mu.
Akhirnya Kupuji keabsahan Firman-Mu Yang Maha Agung dan Kurindukan Buaian Kasih Sayang-Mu di Dunia dan Akhirat-Mu. Engkau Kasih Abadi Tiada Henti Tiada Dua Tiada Lagi Kecuali Engkau Ya.....Alloh. Kupersembahkan segalanya Demi Engkau dalam setiap jejak langkahku, mudah-mudahkan Engkau Balas semua kebaikanku dan Kau hapus dan kau Maafkan segala kesalahanku. Amin ya Rabbalalamin.

Wafazdi'13
Moch.(Wawa) Farid Wazdi Sanjari At-Taziky