Jumat, 03 Januari 2014

MERETAS SIFATAN INSAN PILIHAN

Semampai berjalan di depan mata, Tegap pun bersimbada di khalayak ramai mencari-cari arti di kejauhan malam. Semilir angin berhembus sadarkan kenikmatan duniawi dari sang ilahi. kadang-kadang wanita itu terbang mendekati namun sulit untuk digenggam. celoteh terngiang hingga terdalam paut mimpi. hanya saja lelaki itu geram mengaum kecewa seakan terrendahkan diri. Cantik, molek menarik hati, lugu pun terurai dikejauhan hari. kugenggam dihati, ia pun rela hingga mati. hati senang tulus memberi tan pa berkomat kamit baca naluri sejati. 
Sexy bak bidadari, terbang kesana kemari, membuat lelaki berlari mengejar makan hati. Mata binal tergoda melihatnya seakan dilidahnya mengalir liur tergoda, Kapan ku bisa "melahapnya"?.  Salju mengitari, mencari mangsa tak perlu pilih-pilih kata atau pilih siapa, cenayangpun dia datangi, tak perlu risau asal kau mau. kapan dan siapapun akan mau, hanya sesaat hangat dan tersayat.
Jejak langkahnya bak pragawati, cemooh kesana kemari terus dijejali antipati. Puah..!.dari mulut lelaki meski tersimpan rasa dihati. Diam membisu tanpa cerita, sesekali dia jawab, lugas bikin patah hati. senyum terpaut diujung bibir memikat lelaki tanpa laknat. Bara cinta mata lelaki terhenti saat pelupuk mata. putus asa hinggap dihati semua pria.
Mata sendu pandai bertingkah, lugu menjadikan ragu berucap. Ah rupanya tak susah kata lelaki hidung belang. Terpana lelaki tak sudi, gadis berucap iapun sudi. Bibir tipis tanpa tai lalat diajak bicara mata terbelalak. Bibir tipis tersenyum manis, nyatanya cemberut seperti kerucut. Jual mahal tak kenal nominal. Minta Ampun Manisnya saat jadian. Mulanya sang keparat saat  dijerat. Manisnya bukan kealang saat didapat. Bibir bertai lalat sang keparat. seakan berjejal kata di mulutnya. Namun Siapa Dapat hingga mampus dia manfaat. 
Hanya sosok Lidah bermartabat, Wajah bukan Keparat, Tingkah sesuai Sunnah. Derajat bisa didapat, hartapun bermanfaat.

aSuMi wAfAdi At-tAzIqY
2014-01-03