Sense of belonging dalam jiwa manusia menjadi ciri sejati keberadaan manusia. kepriadaan manusia di dunia ini tidak lepas dari awal penciptaan manusia. Nabi adam sebagai manusia pertama diciptakan Alloh swt seringkali menjadi sorotan akal manusia untuk mencari kebenaran Tuhan, meski sesekali ada objek lain yang menjadi sorotan. Padahal manusia adalah makhluk yang tercipta setelah makhluk lainnya. Lantas Tuhan yang mana yang dimaksud ketika sebagian makhluk-Nya menyembah makhluk lainnya?.
Sisi ketuhanan terdapat dalam diri atau jiwa setiap makhluk yang ada (diciptakan), baik yang terjangkau oleh akal maupun tidak. jiwa-jiwa itu merupakan anugerah ilahiyah (ketuhanan) yang terbesar yang menjadikan makhluk hidup bergerak atas kehendak yang diberikan-Nya. Apapun bentuk makhluk yang manusia ketahui ataupun tidak diketahui adalah terdapat jiwa (soul) yang diberikan Alloh SWT.
Jiwa yang diberikan kepada adam adalah campuran jiwa dari makhluk yang tercipta dalam 6 masa. 6 unsur yang mungkin mewakili dari penciptaan adalah tanah, tumbuhan, air, udara, cahaya dan Api. keenam hal tersebut bersenyawa dalam diri manusia melalui proses-proses tertentu. tanah adalah unsur penciptaan jasad manusia, tumbuhan dan lainnya menjadi sifat-sifat jiwa manusia.
kelebihan manusia diantara makhluk lain adalah karena memiliki fastabiqulkhoirat dalam dan luar dirinya. dalam diri manusia terdapat hal yang baik dan yang buruk, baik dzahir maupun bathin. Dzahirnya yang baik adalah unsur-unsur yang mendukung pada keadaan tubuh manusia adapun yang buruk adalah hal-hal yang menimbulkan menghambat pada kelancaran tubuh manusia. Bathiniyah manusia yang baik adalah hal menjadi pendukung kesehatan jiwa sedangkan hal yang buruk adalah hal yang menjadi penghambat kesehatan jiwa manusia. maka dari itu internal manusia harus selalu dijaga agar tetap sehat.
Adapun dari luar diri manusia tidak jauh berbeda dengan keadaan internal manusia. adalah berupa pengaruh dari luar jasad manusia ketika sesama manusia secara nyata baik berperilaku baik ataupun tidak. begitupun bagian luar jasad manusia yang bersifat bathiniyah adalah jin dan syetan yang mempengaruhi kesehatan batin manusia.
Maka sebaik-baiknya manusia adalah orang-orang yang menjaga kesehatan lahir dan bathin. Sebagai kesimpulan adalah peribahasa akal yang sehat terdapat pada tubuh dan jiwa yang sehat. Sedikit yang menjadi titik lebih dan istimewa adalah Akal yang disertai keimanan kepada Alloh SWT akan menjadikan akal manusia mampu menjadikan manusia pada kedudukan yang diberikan Alloh SWT, yaitu Khalifah dimuka bumi atau manusia yang mampu mengeksplorasi alam semesta dengan potensi dan bakat yang diberikan oleh Alloh SWT sesuai dengan Ajaran-Nya. Maka terciptalah Holistic brain yang susah mudah untuk diraih dan dipikirkan oleh akal manusia.
(Wawa)Moch. Farid Wajdi (Wazdi) As-Sanjari
1:20/09/15/2012