Ketika Cahaya terselubung? Ca-ha-ya
Sementara itu, keserakahan berpadu menjulang tinggi mendulang "emas" yang berserakan dan sama sekali tidak terkotak dalam sebuah rencana yang ada. Serupa itulah kiranya, sisi gelap manusia yang kian mengelam bahkan menghitam tanpa secercah cahaya menembus ke dalam pusaran intinya. senja itu tetap saja kian tertidur dalam lantunan ritual-ritual realitas yang berwujud sentosa berkabut "hera"(sang pengikut kegelapan). Berkilah setan menggerutu dalam benak dan sisi cahaya menuju kegelapan. hentakan kaki berserabut ilalang tidak luput merunut dan memohon "dua ribu" (bukannya do'a sang ibu), tak pelak seiring petang menggenangkan awan-awan kumulus ditinggal sang mentari menjemput malam. Rumput-rumput tak terurus bertalu menyayu tertiup angin melambaikan cahaya yang kan pergi meninggalkannya.Rentang waktu begitu lama, tak sempat akal budi pekerti terjunjung tinggi melampaui cahya kehidupan yang terang benderang. Ada titik cahaya terpetik namun membakar dan melahap semua yang ada dan berguna, tak sedikitpun titik-titik langkah yang mampu berkolah dan berkilah. Terus menghentak dan membusur menengadahkan angkara dan tak apalah akan berbuah petaka.
Sebuah keteledoran yang sangat mengenaskan ketika ketiak berkeringat menutup hidung di depan orang, serta sebuah lambaian menganga menggugah rasa enggan didepan mata. sempat terjadi kala kutertidur pulas menjajaki seperangkat kekotoran dari senja yang hampir gugur meski itu di pagi buta. Moncongnya terus menganga menunggu sasaran yang ia tidurkan selama ia puas dan terkoyak hingga mati berkalang tanah.
Ketakutan silih berganti menunggu rasa lain, pun seberkas kilat menggoda hanya saja tak mampu memberi cahaya, hanguslah terbakar bila mengena. Apalah artinya, manusia hanya mampu berbuat dan berganti animo lain, terkadang bergantung pada hal yang dianggapnya sudah tidak diperlukan sebagaimana niezche katakan dan ada juga bergantung pada hal yang dianggap sebuah keyakinan yang tak pelak dari taqdir dan qadrat dari-Nya dalam sebuah jalan yang bernaung sang Pencipta.
Hitam putih dalam kehidupan adalah kehadiran yang tidak pernah dan tidak akan lepas dari warna kehidupan, dan itu hanyalah dua warna yang menjadi sorotan dihadapan manusia secara keseluruhan. Meski sebenarnya di dataran yang bergaris horizontal berubah-ubah warna kehidupan,dan itulah titik-titik perjalanan menuju warna inti dan meski menjadi diantara dua warna inti, antara hitam dan putih.
Akhirnya, semoga sisi kegelapan menghilang dan berganti putih, dan itu menjadi sebuah usaha sebagian manusia karena sebagian lain entah acuh entah..................tidak mau. selama mentari masih terbit dari timur dan terbenam dari sebelah barat, tak pelak manusia menjalani kehidupan tergantung pilihan mereka, antara nafsu angkara dengan nafsu insani serta nafsu tertinggi, yaitu nafsu ilahiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar