Rabu, 12 Mei 2010

Sebuah Kontemplasi


Secercah dari sebuah kesadaran untuk melepaskan diri dari genggaman sang Durjana yang tanpa sadar kubuat kesalahan yang hampir merenggut nyawa. Hanya satu titik lagi dari harapan-harapan yang tersisa kusematkan secercah dan sepercik cahaya dari tenaga yang kupunya. Sempat kuterlelap dalam kegelapan tanpa sadar dan kubersyukur aku masih terbangun kembali dalam waktu yang cukup singkat namun terasa lama.
Semula kukira kematian bagai sebuah mimpi yang hanya meninggalkan jasad saja dan berkelana di alam lain, namun ternyata perlu proses lain untuk kembali dalam sebuah wujud senyawa antara atma yang tidak sadar dengan atma yang sadar. Entah berapa kali jiwaku terus dikejar-kejar dengan yang namanya kematian, namun baru kali ini dan hari ini ku tahu arti kematian yang sebenarnya. Tak ada suara, tak ada kesadaran, tak ada sebuah kehidupan pun dan tak ada segala-galanya, inilah mungkin yang diartikan sebagai fananya sebuah kehidupan. pada awalnya aku mengira bahwa kematian itu adalah saat aku dibawa oleh seseorang yang tidak kukenal dan menari diatas awan bersama kelelawar yang berukuran besar yang menyelamatkan aku dan kembali ke dalam tubuhku.
Sepengetahuanku dulu kematian adalah lepasnya nyawa dari tubuh dan hidup dialam barzah, dan akan dibangunkan kembali dengan tubuhnya pada saat diyaumul mahsyar, sebagai mana dalam KItab Al-Qur'an surat al-baqarah bahwa manusia akan mengalami dua kali kematian dan 3 kali hidup dan tidak ada kematian lagi setelah itu.
Dari semua ini, aku semakin mengerti apa arti sebuah kematian serta akan dibawa kemana kita nanti. kematian yang hanya lepasnya nyawa dari jasad dan hidup sadar dialam lain dan kematian yang lepasnya nyawa dari tubuh tanpa sadar, keduanya telah aku alami. mungkin kebenaran dari dua keadaan ini kuserahkan kepada Sang Pencipta. Semoga dan semoga keadaan ini bisa menjadi hikmah bagi hidupku di dunia ini dan demi keselamatan di akhirat nanti.

Tidak ada komentar: