Sabtu, 24 Agustus 2013

SATU TITIK KEBESARAN ALLOH SANG PENCIPTA

Dari terkecil hingga terbesar, berputar mengitari Keesan sang pencipta. Tak kutemukan "Penampakan" sang Pencipta (Maha Benar Engkau Ya Alloh).Selintas terbayang dan terpikir dalam benak dan hati nurani, tentang keinginan orang-orang untuk mencari dan menemukan Sang Pencipta Alam, hingga sebagian terpuruk dalam kenistaan sang Durjana. Tetapi Aku Yakin dengan segala Kekuasaan dan Eksistensinya. 
Pertanyaan bentuk, tempat dan ruang-Nya bergerak perlahan memberi jalan menuju Eksistensi-Nya Yang Maha Ghaib. Pertemuan dengan-Nya Hanyalah Nanti diakhirat kelak. Ketaatan dan kepatuhan terhadap-Nya dalam Muntaha ketaqwaan menjadi sarana pertemuan dengan-Nya penuh bahagia. 
Dari pesisir laut yang bermateri dzahir hingga air laut dan rasanya, tak satupun hinggap kepri-adaan sang Maha Esa. hanya satu kekuataan dari titik-titik muntaha tertentu yang bersifat Ghaib. Bertafakur dari sudut Eksternal insan berwujud sifat-sifat dan wajah-wajah yang berbeda-beda. Sudut internallah yang belum kucoba.
Beranjak dari sisi inti manusia, akal dan hati. Hati bergumam mencari sebuah pijakan dan keyakinan yang terus menerus ku pupuk dengan dzikir-dzikir. Semakin besar kekuatan yang jiwa bermanifestasi dalam raga. kusematkan Nama-Nya, Tak ada dua sang pengais segala yang ada di alam semesta. Hati yang memberi kekuatan lain bertalu keinginan merayu. Sejenak alam pikir berjalan dengan asumsi-asumsi yang tak logis hingga akhir "ungkapan-ungkapan"nya. cukuplah sudah perjalanan hati nuraniku beranjak naik menuju alam pikir. 
Alam pikir beserta sisi materilnya, gelap saat ku pejam, berangsur satu titik pikir menuju kekhusuan terhadap sang Ilahi, Nama-Nya ku pikirkan dan Kubayangkan. Meski sesekali gumaman lain berkilah: "Tuhankah Dia?" (bentuk Tuhankah itu). "Bukan, itu hanya Nama-Nya".jawabku. ku cari sebuah titik awal dari padanya.Ternyata Nampaklah sesosok insan biasa. Maha Suci Alloh dari segala kerendahan. ku anggap biasa saja, tanpa sedikit pun kebingungan ku biarkan berjalan seperti adanya. oh...itu bukan Tuhan, itu hanya manusia, pikirku. sejenak kucari hikmah, ternyata dia termasuk Ciptaan-Nya seperti aku. 
Pertemuan dengan seorang Insan Agung di Negeri ini pun tercipta di alam pikir. tanpa banyak bicara, beliau membaca salam, sambil pergi meninggalkanku. Enggan melihat sesosok wujud makhluk ghaib berupa wanita. Alih-alih ternyata, aku sedikit keras kepala dan tidak mau tau dengan merasuknya sosok ghaib tersebut. aku pun mengangguk dan menjawab salam serta melambaikan tangan berarti selamat tinggal.
perjalanan itu terus ku jalani tanpa terus menerus kupikirkan, hanya ku sempatkan pada saat tertentu dan waktu dikamar saja. Berbagai makhluk ghaib tertera didepan mata, sesekali aku pun merasa takut, hanya saja aku yakin, Alloh bersama saya. Bukan saja Makhluk-makhluk ghaib yang terkenal di Indonesia, tetapi juga Dewa-dewa yang dianggap Tuhan oleh agama lain, terus menerus tampak, Dewa sang penguasa masing-masing bentuk materi alam.Aku hanya bisa tersenyum mereka, tetapi dari sisi lain juga aku merasa tak percaya bahwa dalam sebuah materi alam angkasa terdapat orang-orang seperti yang diungkapkan hadits-hadits, seperti pengalaman isra mi'raj Nabi Muhammad saw, tapi yang aku lihat bukan para nabi, ku lihat entah ruh atau semacam bentuk-bentukan jin. mereka bercengkrama satu sama lain. Subhanalloh....
Keadaan itu menjadikan aku yakin akan keadaan alam Ghaib. Tetapi sampai manakah tingkat keghaiban itu?, atau apakah benar hal-hal yang ghaib itu memiliki tingkatan?. Disini kudapatkan pengetahuan tentang hal yang ghaib bahwa ternyata hal itu berawal dari wujud materi yang tampak, kemudian sinar dan percikan sinar,seterusnya sesuatu yang berupa fatamorgana, udara yang bergerak ditengah sinar, dan entah apa namanya yang lebih halus dari yang berupa fatamorgana. seperti halnya angin sebagai udara yang bergerak tanpa wujud, hanya atsar (bekas) terpaan angin di wujud material.
Sejenak kupikirkan kembali tentang tingkatan keghaiban yang berasumsi dari bawah ke atas. Berawal dari ruang yang tak berbenda diatas tanah disertai cahaya yang bertumpu pada titik cahaya, matahari. Dalam gelap juga ada ruang yang tak mungkin hilang. sedikit gerak dari makhuk ghaib sesuatu  itu bergerak. kucoba menyentuhnya, dingin berbeda dengan diluar bentuk tersebut.
Selanjutnya, pencarian beranjak pada sisi literatur dan keyakinan yang ada di bumi ini. Satu sisi kudapatkan keyakinan terhadap sesuatu yang ghaib dari benda-benda material alam, hingga dianggap Tuhan. Ada Juga keyakinan terhadap Manusia yang dianggap bertuah dan memiliki keistimewaan yang luar biasa, hingga dianggap Tuhan Pula. Aku pun bertanya-tanya, Tuhan seperti apakah Yang Aku sembah?. Kekuasaannya Melebihi dari segala kekuasaan yang ada dimuka bumi dan alam semesta ini. Akhirnya, diantara keyakinan Yang ada dimuka bumi ini, Aku lebih Yakin dan percaya Akan adanya Alloh SWT, sebagaimana risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw
Penampakan Wujud manusia dihadapan dalam wujud yang sebenarnya dari Titik awal lapadz Alloh, yaitu titik atas sebelum alif, sebagaimana kepenasaran dalam benak saya "aku minta wujud apakah yang tertera dibalik titik ini". Ternyata manusia biasa (laki-laki) yang sedang berjalan diatas tanah menuju ke arahku. dan gambaran lapadz Alloh di hati ini menjadi inti gerak hati yang tiada duanya, ketenangan dan ketentraman hinggap dihati dan merambah keseluruh badan. adapun hal-hal yang berada di luar manusia itu hanyalah sebuah sajian sang Pencipta Untuk makhluk-makhluk-Nya.
Dengan Hati aku tidak bisa meyakini akan adanya Tuhan, dengan pikiran aku pun tidak mampu menemukan dan menuruti kepercayaan yang ada, kecuali Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Maka Dengan Segala Keterbatasan akal manusia ini, ku isi dan kumantapkan Hati ini, untuk tetap dalam jalan (Agama) Nabi Muhammad saw, yaitu Islam. Lailaha illalloh Muhammadun rasululloh.....
Ilmu dan Pengetahuan Alloh SWT lebih besar dari yang pernah kubayangkan.......



Tidak ada komentar: