Jumat, 03 Januari 2014

MUHARRAM DENGAN AL-QOLAM


Siang itu (Selasa, 11 November 2013) Peserta Lomba berdatangan, mendaftarkan diri mengikuti lomba rangkai huruf hijaiyah. Spirit anak didik islam, dari Tingkat Diniyah Hingga Tingkat SMU kelas awal, berkobar. Permulaan Anak-anak Diniyah Awaliyah berkumpul ditengah halaman mesjid al-Khoeriyah. Sembari Piala-piala hasil kejuaraan sebelumnya yang mereka ikuti ditempatkan di atas meja juri. Namun bukan itu, hadiah untuk mereka dari perlombaan ini.
Bulan Muharam ini, Awal Bulan dari Tahun Hijiriyah, Seyogyanya Kita Bangkit dengan semangat Islam untuk meningkatkan kualitas Keimanan dan ketaqwaan melalui kegiatan-kegiatan yang Islami dan penuh inovasi.
Berjajarlah juri di meja masing-masing. Peserta Diniyah Awaliyah pun siap-siap berlomba berdasarkan group masing-masing hingga pemanggilan peserta dikumandangkan. Setiap group terdiri dari 3 orang, belajar bekerja sama berdasarkan kecepatan, ketepatan dan kerapihan. Suasana ceria menghiasi lomba Al-Qolam di bulan Muharam : rangkai huruf hijaiyah dalam sebuah lapadz ini. suasana ini tambah meriah ketika para pengurus yayasan pondok pesantren ikut andil memberikan soal kepada para peserta. Dan Al-Hamdulillah semua peserta berhasil menyelesaikan soalnya masing-masing.
Selanjutnya, saat menjelang petang, anak didik Mts dan SMK tingkat awal, bersiap-siap mengikuti lomba rangkai huruf hijaiyah al-Qolam, yang biasa disebut Puzzle al-Qolam. Pesertanya diikuti dari kalangan santri dan santriyah. kali ini, kegiatan dilaksanakan di depan asrama putra. Keceriaan dan semangat santri dan santriyah pun terlihat bahkan ditambah dengan Doorprize dari Sponsor, yaitu Syakira Multiniaga dan Sosi Ajib. 
Alhamdulillah, perlombaan merangkai huruf hijaiyah, Al-Qolam di Bulan Muharram sukses, tanpa ada halangan sedikitpun. Terima Kasih kepada Syakira Multiniaga, Yayasan Pondok Pesantren al-Khoeriyah,  Sosis Ajib, Rahmatan lil alamin (HP), Mandala tour&travel dan Tandziful Qulub Library (TeQi-eL) yang telah ikut berpartisipasi dalam lomba ini, semoga Alloh SWT membalas semua kebaikan kalian semua. Amin ya rabbal 'alamin.
Akan Datang Al-Qolam Format dan Setting Baru
Wawa (Moch) Farid Wazdi Noersani Sanjari At-Taziqy
2014-01-03

MERETAS SIFATAN INSAN PILIHAN

Semampai berjalan di depan mata, Tegap pun bersimbada di khalayak ramai mencari-cari arti di kejauhan malam. Semilir angin berhembus sadarkan kenikmatan duniawi dari sang ilahi. kadang-kadang wanita itu terbang mendekati namun sulit untuk digenggam. celoteh terngiang hingga terdalam paut mimpi. hanya saja lelaki itu geram mengaum kecewa seakan terrendahkan diri. Cantik, molek menarik hati, lugu pun terurai dikejauhan hari. kugenggam dihati, ia pun rela hingga mati. hati senang tulus memberi tan pa berkomat kamit baca naluri sejati. 
Sexy bak bidadari, terbang kesana kemari, membuat lelaki berlari mengejar makan hati. Mata binal tergoda melihatnya seakan dilidahnya mengalir liur tergoda, Kapan ku bisa "melahapnya"?.  Salju mengitari, mencari mangsa tak perlu pilih-pilih kata atau pilih siapa, cenayangpun dia datangi, tak perlu risau asal kau mau. kapan dan siapapun akan mau, hanya sesaat hangat dan tersayat.
Jejak langkahnya bak pragawati, cemooh kesana kemari terus dijejali antipati. Puah..!.dari mulut lelaki meski tersimpan rasa dihati. Diam membisu tanpa cerita, sesekali dia jawab, lugas bikin patah hati. senyum terpaut diujung bibir memikat lelaki tanpa laknat. Bara cinta mata lelaki terhenti saat pelupuk mata. putus asa hinggap dihati semua pria.
Mata sendu pandai bertingkah, lugu menjadikan ragu berucap. Ah rupanya tak susah kata lelaki hidung belang. Terpana lelaki tak sudi, gadis berucap iapun sudi. Bibir tipis tanpa tai lalat diajak bicara mata terbelalak. Bibir tipis tersenyum manis, nyatanya cemberut seperti kerucut. Jual mahal tak kenal nominal. Minta Ampun Manisnya saat jadian. Mulanya sang keparat saat  dijerat. Manisnya bukan kealang saat didapat. Bibir bertai lalat sang keparat. seakan berjejal kata di mulutnya. Namun Siapa Dapat hingga mampus dia manfaat. 
Hanya sosok Lidah bermartabat, Wajah bukan Keparat, Tingkah sesuai Sunnah. Derajat bisa didapat, hartapun bermanfaat.

aSuMi wAfAdi At-tAzIqY
2014-01-03

Minggu, 27 Oktober 2013

KEKASIH YANG ABADI

Semenjak kutemukan Dia di beberapa sudut terkecil. Indah nan tenang tersemat di dalam dada. subjektif memang, kurasakan damai diantara kebahagiaan dan kesedihan ataupun keterpurukan. Selaksa do'aku terurai dibalik kepatuhanku kepada-Mu. Titik kehidupan yang Engkau miliki kurasakan tiada dua, istimewanya hikmah dibalik lapad asma-Mu. 
Selangkah kuulurkan langkah ini, sebesar itupun kemampuanku. Kebesaran kuasa-Mu tak mampu kutelusuri. Luasnya Alam Semesta ciptaan-MU sungguh Besar Kuasa-MU. Bintang-bintang yang bercahaya binal berkelip tiada henti hingga menjelang pagi. Bulan purnama bercahaya riang seolah senyum kekasih pujaan dikejauhan. 
Tanpa ku tau kapan pernah kunyatakan cinta dan kasih sayang serta janjiku akan selalu setia kepada-Mu. Engkau telah sayang sejak dulu dalam al-Qur'an-MU. Kupandang nama-Mu dibalik kerinduan untuk bersujud dihadapan-Mu. Hanya 5 kali kusematkan disela-sela akhir pembuktian kesetiaanku.
Namun apalah yang harus kupersembahkan diantara beribu nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Aku belum mampu untuk mengorbankan seperti yang engkau harapkan menjadi insan harapan sesuai firman-Mu "Inna akramakum 'Indallohi atqakum". Secuil ketundukan dengan harapan kudapatkan manis cinta dari-Mu, seiring itu pula pupus karna kekhilapanku. Astagfirullah Al-Adim......!
Lestarinya tanaman dzikir lisanku, kusiram dengan rangkaian Ungkapan-ungkapan-Mu yang indah, tertata rapi tiada banding tiada tanding di Taman Al-Qur'an. Pesona metafora dan sastra lainnya berkerudung aneka tafsir, berjubah tahta indah tiada tara. Beribu kata sejuta makna asa manusia tersimpan.
Bermula dari Basmalah menghiasi sekapur sirih al-Fatihah, mengalir mewakili seluruh isi firman-firman-Mu. Asma-Mu  mengawali rangkaian basmalah, Alloh Swt sebagai Asma-Mu. Rahman sebagai sifat yang mengalir tanpa pandang bulu disegenap semesta ini. Kerahiman-Mu menjelang disaat tertentu dan hanya kepada Ummat utusan-utusan-Mu Engkau berikan Kasih sayang-Mu.
Sebuah Sistematika yang terkubur dibalik keindahan Firman-Mu, menyeluruh terangkai  melalui khalifah-khalifah pengganti Utusan-Mu yang tak lepas dari skenario-Mu. Esensi Fatihah bernada lirih mengantar suwar-suwar yang panjang dan ditali simpul dengan suwar-suwar pendek-Mu. Beberapa Kata kunci untuk menggali al-Qur'an-Mu, tertera dibalik prosedur penyusunan Kitab-Mu. Hanya satu yang kudapatkan dan Engkau Anugerahkan "Rangkaian dan Tatanan Yang Indah dibalik berbagai Penyusunan karya Ilmiah".
Bertambahlah Rasa Cinta dan Sayangku Pada-Mu setiap kubaca Surat-surat-Mu.  Kubaca dan Kunikmati kata-kata Indah-Mu penenang jiwaku. Rayuan-rayuan-Mu membuat spiritku semakin yakin akan kasih sayang-Mu terhadap semua Makhluk-Mu. Kucium selalu diakhir pembacaanku. Rindu dan rindu...kuingin selalu  terus membaca surat-surat-Mu.
Akhirnya Kupuji keabsahan Firman-Mu Yang Maha Agung dan Kurindukan Buaian Kasih Sayang-Mu di Dunia dan Akhirat-Mu. Engkau Kasih Abadi Tiada Henti Tiada Dua Tiada Lagi Kecuali Engkau Ya.....Alloh. Kupersembahkan segalanya Demi Engkau dalam setiap jejak langkahku, mudah-mudahkan Engkau Balas semua kebaikanku dan Kau hapus dan kau Maafkan segala kesalahanku. Amin ya Rabbalalamin.

Wafazdi'13
Moch.(Wawa) Farid Wazdi Sanjari At-Taziky

Sabtu, 24 Agustus 2013

SATU TITIK KEBESARAN ALLOH SANG PENCIPTA

Dari terkecil hingga terbesar, berputar mengitari Keesan sang pencipta. Tak kutemukan "Penampakan" sang Pencipta (Maha Benar Engkau Ya Alloh).Selintas terbayang dan terpikir dalam benak dan hati nurani, tentang keinginan orang-orang untuk mencari dan menemukan Sang Pencipta Alam, hingga sebagian terpuruk dalam kenistaan sang Durjana. Tetapi Aku Yakin dengan segala Kekuasaan dan Eksistensinya. 
Pertanyaan bentuk, tempat dan ruang-Nya bergerak perlahan memberi jalan menuju Eksistensi-Nya Yang Maha Ghaib. Pertemuan dengan-Nya Hanyalah Nanti diakhirat kelak. Ketaatan dan kepatuhan terhadap-Nya dalam Muntaha ketaqwaan menjadi sarana pertemuan dengan-Nya penuh bahagia. 
Dari pesisir laut yang bermateri dzahir hingga air laut dan rasanya, tak satupun hinggap kepri-adaan sang Maha Esa. hanya satu kekuataan dari titik-titik muntaha tertentu yang bersifat Ghaib. Bertafakur dari sudut Eksternal insan berwujud sifat-sifat dan wajah-wajah yang berbeda-beda. Sudut internallah yang belum kucoba.
Beranjak dari sisi inti manusia, akal dan hati. Hati bergumam mencari sebuah pijakan dan keyakinan yang terus menerus ku pupuk dengan dzikir-dzikir. Semakin besar kekuatan yang jiwa bermanifestasi dalam raga. kusematkan Nama-Nya, Tak ada dua sang pengais segala yang ada di alam semesta. Hati yang memberi kekuatan lain bertalu keinginan merayu. Sejenak alam pikir berjalan dengan asumsi-asumsi yang tak logis hingga akhir "ungkapan-ungkapan"nya. cukuplah sudah perjalanan hati nuraniku beranjak naik menuju alam pikir. 
Alam pikir beserta sisi materilnya, gelap saat ku pejam, berangsur satu titik pikir menuju kekhusuan terhadap sang Ilahi, Nama-Nya ku pikirkan dan Kubayangkan. Meski sesekali gumaman lain berkilah: "Tuhankah Dia?" (bentuk Tuhankah itu). "Bukan, itu hanya Nama-Nya".jawabku. ku cari sebuah titik awal dari padanya.Ternyata Nampaklah sesosok insan biasa. Maha Suci Alloh dari segala kerendahan. ku anggap biasa saja, tanpa sedikit pun kebingungan ku biarkan berjalan seperti adanya. oh...itu bukan Tuhan, itu hanya manusia, pikirku. sejenak kucari hikmah, ternyata dia termasuk Ciptaan-Nya seperti aku. 
Pertemuan dengan seorang Insan Agung di Negeri ini pun tercipta di alam pikir. tanpa banyak bicara, beliau membaca salam, sambil pergi meninggalkanku. Enggan melihat sesosok wujud makhluk ghaib berupa wanita. Alih-alih ternyata, aku sedikit keras kepala dan tidak mau tau dengan merasuknya sosok ghaib tersebut. aku pun mengangguk dan menjawab salam serta melambaikan tangan berarti selamat tinggal.
perjalanan itu terus ku jalani tanpa terus menerus kupikirkan, hanya ku sempatkan pada saat tertentu dan waktu dikamar saja. Berbagai makhluk ghaib tertera didepan mata, sesekali aku pun merasa takut, hanya saja aku yakin, Alloh bersama saya. Bukan saja Makhluk-makhluk ghaib yang terkenal di Indonesia, tetapi juga Dewa-dewa yang dianggap Tuhan oleh agama lain, terus menerus tampak, Dewa sang penguasa masing-masing bentuk materi alam.Aku hanya bisa tersenyum mereka, tetapi dari sisi lain juga aku merasa tak percaya bahwa dalam sebuah materi alam angkasa terdapat orang-orang seperti yang diungkapkan hadits-hadits, seperti pengalaman isra mi'raj Nabi Muhammad saw, tapi yang aku lihat bukan para nabi, ku lihat entah ruh atau semacam bentuk-bentukan jin. mereka bercengkrama satu sama lain. Subhanalloh....
Keadaan itu menjadikan aku yakin akan keadaan alam Ghaib. Tetapi sampai manakah tingkat keghaiban itu?, atau apakah benar hal-hal yang ghaib itu memiliki tingkatan?. Disini kudapatkan pengetahuan tentang hal yang ghaib bahwa ternyata hal itu berawal dari wujud materi yang tampak, kemudian sinar dan percikan sinar,seterusnya sesuatu yang berupa fatamorgana, udara yang bergerak ditengah sinar, dan entah apa namanya yang lebih halus dari yang berupa fatamorgana. seperti halnya angin sebagai udara yang bergerak tanpa wujud, hanya atsar (bekas) terpaan angin di wujud material.
Sejenak kupikirkan kembali tentang tingkatan keghaiban yang berasumsi dari bawah ke atas. Berawal dari ruang yang tak berbenda diatas tanah disertai cahaya yang bertumpu pada titik cahaya, matahari. Dalam gelap juga ada ruang yang tak mungkin hilang. sedikit gerak dari makhuk ghaib sesuatu  itu bergerak. kucoba menyentuhnya, dingin berbeda dengan diluar bentuk tersebut.
Selanjutnya, pencarian beranjak pada sisi literatur dan keyakinan yang ada di bumi ini. Satu sisi kudapatkan keyakinan terhadap sesuatu yang ghaib dari benda-benda material alam, hingga dianggap Tuhan. Ada Juga keyakinan terhadap Manusia yang dianggap bertuah dan memiliki keistimewaan yang luar biasa, hingga dianggap Tuhan Pula. Aku pun bertanya-tanya, Tuhan seperti apakah Yang Aku sembah?. Kekuasaannya Melebihi dari segala kekuasaan yang ada dimuka bumi dan alam semesta ini. Akhirnya, diantara keyakinan Yang ada dimuka bumi ini, Aku lebih Yakin dan percaya Akan adanya Alloh SWT, sebagaimana risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw
Penampakan Wujud manusia dihadapan dalam wujud yang sebenarnya dari Titik awal lapadz Alloh, yaitu titik atas sebelum alif, sebagaimana kepenasaran dalam benak saya "aku minta wujud apakah yang tertera dibalik titik ini". Ternyata manusia biasa (laki-laki) yang sedang berjalan diatas tanah menuju ke arahku. dan gambaran lapadz Alloh di hati ini menjadi inti gerak hati yang tiada duanya, ketenangan dan ketentraman hinggap dihati dan merambah keseluruh badan. adapun hal-hal yang berada di luar manusia itu hanyalah sebuah sajian sang Pencipta Untuk makhluk-makhluk-Nya.
Dengan Hati aku tidak bisa meyakini akan adanya Tuhan, dengan pikiran aku pun tidak mampu menemukan dan menuruti kepercayaan yang ada, kecuali Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Maka Dengan Segala Keterbatasan akal manusia ini, ku isi dan kumantapkan Hati ini, untuk tetap dalam jalan (Agama) Nabi Muhammad saw, yaitu Islam. Lailaha illalloh Muhammadun rasululloh.....
Ilmu dan Pengetahuan Alloh SWT lebih besar dari yang pernah kubayangkan.......

Minggu, 11 Agustus 2013

Al-Qolam: Metode Penulisan Al-Qur'an (Cara Cepat Belajar menulis Arab Melalui Ketentuan huruf-huruf yang Bisa disatukan dan Tidak Bisa Disatukan)

Berawal dari Ungkapan (Firman) SWT, wahyu pertama ayat ke-3 dari surat al-Alaq, saya merasa sangat kagum dengan tahapan pembelajaran yang Alloh berikan kepada Nabi Muhammad saw, khususnya tentang menulis. tidak sedikit diantara kaum muslimin belajar membaca dan menulis arab (al-Qur'an). akan tetapi tidak sedikit yang melupakan tentang pembelajaran itu. sehingga beberapa ahli atau penulis mencari cara untuk mempermudah pembelajaran kedua tahap awal pembelajaran manusia secara formal ini. Khususnya dari cara menulis atau merangkai huruf arab.
Bentuk-bentuk (format) cara belajar membaca dan menulis disajikan dalam metode yang berbeda-beda. penulis melihat, kebanyakan bentuk metode yang disajikan adalah bentuk yang disatukan, yaitu penyatuan cara membaca dan menulis. penyajian cara membaca al-Qur'an disajikan dengan berbagai metode yang spesifik. sedangkan dalam cara penulisan arab berbeda dengan cara/metode menulis al-Qur'an yang hanya mengandalkan penempatan huruf-huruf diawal, ditengah dan diakhir tanpa mengetahui ketentuan huruf-huruf tertentu, yang mana dari keseluruhan huruf-huruf hijaiyah terdapat huruf-huruf yang berbeda dengan huruf-huruf lainnya bila dilihat dari segi penyatuan dan pemisahan antar huruf. 
oleh karena itu, penulis merasa perlu menyajikan cara atau metode yang spesifik dari cara menulis, yaitu metode al-Qolam yang menyajikan cara cepat belajar menulis arab melalui ketentuan huruf-huruf yang bisa disatukan dan tidak bisa disatukan. keinginan dan harapan penulis ini selain didorong adanya realita orang-orang dewasa yang belum bisa menulis, sungguh disayangkan hal itu terjadi karena betapa mudahnya cara menulis arab. terutama bagi orang dewasa sekarang ini yang hanya memiliki waktu sedikit untuk belajar. anda hanya butuh satu waktu dalam seminggu untuk menghapal dan mengingatnya. karena metode al-Qolam ini mampu dipelajari dengan cepat dan bisa hapal dalam satu kali belajar, dengan syarat orang tersebut telah mengetahui keseluruhan huruf-huruf hijaiyah. khusus orang yang sudah pintar membaca al-Qur'an tapi belum bisa menuliskannya, anda bisa coba metode al-Qolam ini. 
Selebihnya metode al-qolam ini bersandar dari hadits rasulullah saw.Abu Amr berkata “Alasan kenapa setelah huruf alif adalah huruf baataatsaaadalah karena huruf tersebut adalah huruf yang paling banyak Dari Ahmad bin Ibrahim bin Faras Al Makky, dan Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad, dari kakeknya, dari Sufyan bin ‘Uyainah dari Mujalid, dari as Sya’by, ia berkata: “Kami ditanya orang-orang muhajirin:“dari mana kalian belajar menulis? Kami menjawab: “dari penduduk suku Hiyarah. Kemudian orang-orang Muhajirin mengklarifikasi berita itu kepada penduduk Hiyarah. Mereka bertanya: “Dari mana kalian belajar menulis? Penduduk suku Hiyarah menjawab: “Kama belajar dari: suku Anbar”.
Abu ‘Amr mengatakan: “Dalam kitab Muhammad bin Sahnun terdapat riwayat sebagai berikut: Dari Abul Hajjaj yang mempunyai nama asli Sakan bin Tsabit berkata: dad. Abdullah bin Farukh dari Abdur Rahman bin Ziyad bin An’am al Mu’afiry dari ayahnya Ziyad bin An’am ia berkata: “saya berkata kepada Abdullah bin Abbas: “Wahai suku Quraisy, apakah kalian pada zaman jahiliyyah menulis dengan tulisan Arab seperti ini, kalian menggabungkan huruf tertentu dan memisah huruf tertentu, ada alif, lam,mim, syakl, qath’ dan lain-lain sebelum Allah mengutus Nab’ SAW?”
Ia menjawab: “ya”,
Lalu aku berkata: ‘Siapa yang mengajari kalian menulis?”.
Ia menjawab: “Harb bin `Umayyah”.
Aku bertanya lagi: “Lalu siapa yang mengajari Harb bin Umayyah?”.
Ia menjawab: “Abdullah bin Jud’an”.
Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari Abdullah bin Jud’an?”.
Ia menjawab: “Penduduk Al Anbar”.
Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari penduduk Al Anbar?”.
Ia menjawab: “Seseorang yang datang dari tanah Yaman, dari suku Kindah”.
Aku bertanya lagi: “Lalu siapakah yang mengajarkan seseorang tersebut?”.
Ia menjawab: “Al Juljan bin Al Muhim, ia adalah sekretaris nabi Hud as untuk menuliskan Wahyu dari Allah SWT.”
Dari Ibnu Affan, dari Qasim, dari Ahmad bin Abi Khaitsamah ia berkata: “Huruf Hijaiyyah berjumlah 29 huruf, semua lafal dan tulisan Arab tidak bisa lepas dari huruf tersebut.”
Dari Ibrahim bin Al Khattab al Lama’iy, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah dari Ahmad bin Musa bin Ismail al-Anbary dari Muhammad bin Hatim Al Muaddib dari Ahmad bin Ghassan dari Hamid bin Al Madainy dari Abdullah bin Said, ia berkata: “Telah sampai kepada kita sebuah riwayat bahwa ketika huruf-huruf Mu’jam yang berjumlah 29 menghadap Yang Maha Pengasih, huruf Alif merendahkan diri dihadapan-Nya. Allah terkesan dengan sikap rendah hatinya, lalu Dia menjadikan alif sebagai awalan dari nama-Nya (Allah)”.
Abu Amr berkata: “Sebagian ahli bahasa mengatakan alasan alif menempati urutan pertama karena alif merupakan representasi dari hamzah yang menjadi awal kalimat, alif layyinah, dan hampir semua hamzah.”
Kemudian alif hanya menjadi awal kalimat tatkala huruf yang lain yaitu wawu danyaa ikut merepresentasikan dirinya yang pada keadaan yang lain berbentuk hamzah di tengah dan di akhir. menyerupai huruf yang lain, di mana jika huruf yaa dan nuun terletak pada awal kalimat atau di tengah kalimat maka akan menyerupainya sehingga kalau di jumlah ada 5 huruf yang berkarakter sama. Oleh karena itu untuk mengantisipasi dan mencari jalan keluamya adalah dengan mendahulukan urutannya. Kemudian urutan setelah baa,taatsaaadalah jiimhaakhaa.” Tertib urutan huruf yang serupa (mutasyabihat) dan Mazdujat (daldzalra’ dan lain-tain) adalah sesuai dengan sedikit atau banyaknya frekwensi dipergunakan dalam percakapan. Jadi semakin depan urutannya, semakin banyak digunakan dalam percakapan. Kecuali untuk huruf nun dan yaa sekalipun kedua huruf tersebut diakhirkan namun ia mempunyai derajat yang sama dengan huruf yang menempati urutan di depan karena huruf yang menyerupai karaktemya telah di tempatkan di depan (batatsa).
Selanjutnya Abu Amr mengatakan diantara huruf ada juga yang tidak bisa disambung dengan huruf yang lain setelahnya. Jumlahnya ada 6 yaitu : alifdaldzalraza, danwawuAlasan kenapa huruf tersebut tidak bisa disambung dengan huruf yang lain juga sama dengan di atas yaitu untuk menghindari keserupaan antar huruf. Andaikata alif bisa disambung dengan huruf lain setelahnya, akan serupa dengan huruf lam, danwawu akan sama dengan huruf fa dan qaf, dan daldzalraza akan sama dengan yaadan ta.
Alasan lain yang dikemukakan Abu Amr tentang rahasia di batik urutan huruf hijaiyyah adalah: Alif menempati urutan pertama karena dua alasan yaitu berdasarkan Khabar (tentang sikap rendah diri Alif di hadapan Allah) dan Nadzar(pemyataan ahli bahasa yang telah dijelaskan di atas). Selain itu karena Alif menjadi awal dari ayat surat Al Fatihah yang merupakan induk Al Quran dan
karena seringnya digunakan dalam tulisan dan percakapan. Bisa disimpulkan huruf alif adalah huruf yang hampir seluruh kata tidak bisa dan tidak mungkin terlepas darinya dan paling banyak diulang dan digunakan dalam percakapan.
Kemudian huruf setelah alif adalah huruf baataatsaa. Oleh karena ketiga huruf tersebut yang terbanyak mempunyal karakter yang sama maka tradisi pun mengikutinya untuk menulisnya setelah alif.
Itulah hadits yang mendorong saya untuk lebih baik dalam mengetengahkan metode atau cara menulis arab.
Moch (Wawa) Farid Wazdi Sanjari At-Taziky
Taziex'11/08/2013

Sabtu, 27 Juli 2013

BERTAHAN DENGAN KESABARAN

Sabar adalah salah satu sifat terbaik diantara Akhlakul karimah (akhlak/perangai yang baik). Kesabaran seseorang tidak bisa datang begitu saja tanpa sebuah pembinaan untuk memupuk sifat ini. Kesabaran yang semestinya dimiliki setiap orang ada 3 macam. Pertama, sabar dari musibat. sabar dari musibat adalah sebuah kesabaran yang dimiliki ketika terkena musibat apapun bentuknya. Misalnya seseorang ditimpa sakit dan kemudian berobat. musibat sakit yang ditimpakan kepadanya menuntut kepadanya agar ia bersabar karena tertimpa sakit. Jangan sampai murka dan menyalahkan terhadap nasib yang menimpa kepadanya.
kedua, sabar dari maksiat. sabar dari maksiat artinya sebuah kesabaran yang tumbuh karena menahan dorongan terhadap diri untuk melakukan maksiat. Ketiga, sabar dari taat. Kesabaran ini tumbuh karena taat kepada Alloh Swt. sehingga dalam ketaatan yang berupa peribadahannya diiringi dengan penuh keikhlasan sesuai dengan anjuran Alloh SWT yang menyatakan bahwa tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Alloh Swt dengan penuh keikhlasan yang baginya agama (al-bayyinah). Ketiga macam kesabaran yang diajarkan rasulullah saw itu merupakan bekal hidup kita selama di dunia. 
Tidaklah Alloh SWT dan Rasul-NYa menyuruh sesuatu tanpa ada sesuatu yang lain, yang mampu menumbuhkan dan menimbulkan hal itu terwujud, seperti halnya sifat sabar. sifat sabar yang dianjurkan Alloh SWT dan Rasul-Nya bisa dibentuk berdasarkan fondasi inti dari islam itu sendiri, yaitu berpuasa. puasa adalah pembinaan kesabaran terhadap apa-apa yang kita jalani selama di dunia ini. Maka berpuasa diwajibkan oleh Alloh SWT dan rasul-NYa untuk kita sebagai ummat islam, yang mana puasa adalah salah satu rukun Islam. oleh karena itu, apabila kita ingin memiliki sifat sabar maka berpuasalah. 
19 Ramadhan/28 Juli 2013
Moch. (Wawa) Farid Wazdi Nurtsani Sanjari Al-Khoeiry at-Taziky

Selasa, 12 Maret 2013

Sang Yazid Nural Iman

Tertera di sudut itu, secercah cahaya bernaung dihadapanku. Sesekali berkilau, ku sapa dengan tanganku, lembut tak berwujud. dingin mengitari cahaya yang kadang redup kadang berkilau. berkas cahayanya kian benderang sesaat ku tengadah mencari hikmah. Meredup saat tak kusapa. Begitu tenang saat ku ingat dan bayangkan Nama-Mu yang kuasa-Nya tiada banding tiada tanding.
Kuyakin itu bukan hakikat Diri-Mu, hanyalah secercah cahaya berkilau ciptaan-Mu dalam Bentuk Asma-Mu. karena saat cahya itu ku pikirkan dan kulukis dalam nama dan bentuk lain, ternyata bermanifestasi sebagaimana ku pikir. tidak benar kiranya sang prasangka bahwa Sang Maha Kuasa ada disebabkan pikiran dan anggapan saja.Tuhan Yang Sebenarnya adalah Tuhan Maha segala Kesempurnaan. 
Sanghyang dari yang Hyang. Karena wujud hyang terbatas pikiran dan rasa manusia. ataukah sebuah kefrustasian dari para penyembah yang masih ada kelemahan?. Makhluk yang sangat berkuasa dan memiliki kekuatan yang hanya memiliki kelebihan dari yang lain. Tidak sefrustasi itu kiranya, pikiran manusia hingga tersesat dalam naungan kekuatan luar biasa yang masih hasil buatan Yang Maha segala. 
Apa qiyas Ibrahim mencari Tuhan tidak cukup menjadi pelajaran atas Kefrustasian Akal pikir manusia dan kekuatan manusia yang terbatas? hingga Sang Bapak dari Para Nabi ini menyerahkan segala daya upayanya ke Hadirat Sang Pencipta Alam semesta, Alloh SWT. Betapa Besarnya Matahari yang terlihat dengan kasat mata, dari cahaya yang terus bersinar tanpa padam hingga tak tahu kapan meredanya api itu menyala. Sang Isme Alam dengan sebuah topangan jiwa alam dijadikan sesembahan, bagaimana dengan jiwa-jiwa yang menguasai bagian alam lain yang tidak terlihat dengan kasat mata manusia. Masih sebagai Tuhankah?
atau kesucian seorang Manusia hanya karena menjauhi fitrah-fitrah qodrati menjadikannya suci tanpa debu, masih dijadikan Tuhan pula. Bagaimana kiranya manusia yang lain yang mampu seperti dia?, masih dianggap sebagai Tuhan?. bagaimana kiranya kehendak Tuhan Yang satu dengan Yang lain berkehendak berbeda. Surga atau nirwana yang layak diberikan satu Tuhan sedang Tuhan Yang lain tak berkehendak. hancurlah makhluk-makhluknya.
Tuhan sang Penguasa alam semesta, Yang menguasai Jiwa-jiwa berwujud yang kasat mata maupun tak kasat mata. Dalam Hakikat Tuhan Yang sebenarnya, Tuhan yang memiliki kehendak tanpa campur tangan Makhluk-Nya. kita sebagai makhluk-makhluk-Nya hanya berkehendak atas kehendak fitrah yang diberikann-Nya.
Masihkah ada secercah cahaya yang terus menyinari ranah hati dan jiwa yang terus membahana sebagai penambah keimanan dan jiwa keimanan sebenarnya, agar kutemukan kebenaran demi kebenaran tentang Kuasa-Mu dan Aku Mampu Membumi dalam hidup yang Nyata ini.
Akhirnya, atas Kuasa-Mu Ya Alloh...Ya Rabbi... Di sudut manapun ciptaan-Mu hidup. Maka disanalah Mereka bersama dalam qodrat hidup garis horizontal masing-masing.
Lirih hati hamba-Mu mencari Tambahan Cahaya Iman yang terkadang terkikis dan abrasi di sisi relung hati. Dzikir, Pikir, Ikhtiar dan Hissi menjadi instrument konsepsi hidup ini.

Jumat, 15 Februari 2013

Bercermin dari Filsafat Mulasadra

Hikmah Muta'aliyah/hikmah al-'Ursiyah adalah salah satu falsafah yang dicetuskan oleh Mulasadra. persatuan antara filsafat peripatetik dan filsafat iluminatif ini sangat mencengangkan karena filsafat ini mampu menggali sesuatu yang tabu menjadi seperti biasa dengan penilaian yang sangat luar biasa dari para filosof yang ada. Daya ingat dan daya imaginatif manusia digali dengan sangat sederhana dengan bahasa filsafat yang cukup rumit (dalam terjemahan dalam bahasa indonesia).
Dalam pandangan yang inklusif, filsafat ini sangat cocok dengan dalil-dalil universal tentang pemahaman dan kemaslahatan ummat, yaitu pemahaman antara sumber/pedoman hidup manusia dengan hakikat manusia, dalil naqli dan dalil 'aqli demi kemaslahatan dunia dan akhirat. Hakikat manusia sebagai hewan yang berakal atau yang berpikir adalah sebuah kondisi fitrah manusia tercipta kedunia, karena tidak ada seorang pun manusia yang terlahir dengan memiliki ilmu pengetahuan tanpa belajar sebagaimana Nabi Adam di perkenalkan (diajarkan) Alloh SWT tentang Nama-Nama yang ada di sekitarnya. ranah kognitif manusia yang memiliki bagian-bagian yang sebelumnya tidak terpikir secara naluri (lebih dari sekedar memory) ternyata dengan teori filsafat hikmah Muta'aliyah ini hal tersebut bisa terungkap dengan logika yang sederhana tapi cerdas. Begitupun tentang alam-alam yang akan dilalui oleh manusia disajikan dengan pemahaman dan asumsi-asumsi yang mudah dipahami.  Bukan saja tentang masalah alam-alam yang akandilalui manusia setelah meninggal tetapi semua hal yang ada dalam pembahasan buku Mullasadra tersebut, seperti proses kenabian dan pewahyuannya. 
Ada asumsi lain yang mungkin bisa disimak dari filsafat hikmah muta'aliyah ini, yaitu jika semua kondisi dan keadaan manusia yang dijelaskan "dibumikan" kedalam sebuah tatanan kehidupan manusia sehingga kita mampu memandang dari berbagai dimensi (disiplin ilmu). Bukankah ilmu Tauhid adalah ilmu yang paling tinggi yang mampu menguraikan segala sesuatu dan mencetuskan disiplin ilmu yang lain.
Alangkah indahnya jika seseorang mampu memahami isi buku kearifan puncak (Hikmah Muta'aliyah) Mulashadra ini. Buku ini "beraroma" syi'i yang cenderung lebih mengutamakan akal, namun tidak ada salahnya jika dikaji dengan teori ketauhdian atau ilmu kalam sunni yang sama-sama memiliki prinsip menjaga keseimbangan dalam ketauhidan (sejarah murji'ah dan khawariz)/Qadariyah dan Jabariyah. Ahlusunnah wal jam'ah tinggal mengimbangi dan melengkapinya dengan dalil naqli berupa hadits rasulullah saw (kalau memang tidak ada hadits).
Keselarasan antara dalil naqli (al-Qur'an) dengan dalil 'aqli yang dikemukakan mullasadra sangat menarik bila dilengkapi dan dikaji oleh golongan Ahlusunnah wal Jama'ah terutama dalam kesesuaian wacana buku dengan hadits-hadits rasulullah saw (para ahli hadits). Apalagi sekarang ini hadits rasulullah saw hampir diabaikan baik dari validitas maupun pemakaian hadits dalam wacana ketauhidan. dan di Indonesia aliran syi'ah belum bisa diterima karena mayoritas masyarakat islam indonesia masih berasumsi "sesat' dan miring, yaitu tentang "pendewaan" sayyidina ali dari pada Nabi Muhammad dan lebih mengutamakan akal dari pada dalil naqli terutama hadits Nabi.

Jumat, 14 September 2012

HOLISTICAL BRAIN

Sense of belonging dalam jiwa manusia menjadi ciri sejati keberadaan manusia. kepriadaan manusia di dunia ini tidak lepas dari awal penciptaan manusia. Nabi adam sebagai manusia pertama diciptakan Alloh swt seringkali menjadi sorotan akal manusia untuk mencari kebenaran Tuhan, meski sesekali ada objek lain yang menjadi sorotan. Padahal manusia adalah makhluk yang tercipta setelah makhluk lainnya. Lantas Tuhan yang mana yang dimaksud ketika sebagian makhluk-Nya menyembah makhluk lainnya?.
Sisi ketuhanan terdapat dalam diri atau jiwa setiap makhluk yang ada (diciptakan), baik yang terjangkau oleh akal maupun tidak. jiwa-jiwa itu merupakan anugerah ilahiyah (ketuhanan) yang terbesar yang menjadikan makhluk hidup bergerak atas kehendak yang diberikan-Nya. Apapun bentuk makhluk yang manusia ketahui ataupun tidak diketahui adalah terdapat jiwa (soul) yang diberikan Alloh SWT. 
Jiwa yang diberikan kepada adam adalah campuran jiwa dari makhluk yang tercipta dalam 6 masa. 6 unsur yang mungkin mewakili dari penciptaan adalah tanah, tumbuhan, air, udara, cahaya dan Api. keenam hal tersebut bersenyawa dalam diri manusia melalui proses-proses tertentu. tanah adalah unsur penciptaan jasad manusia, tumbuhan dan lainnya menjadi sifat-sifat jiwa manusia.
kelebihan manusia diantara makhluk lain adalah karena memiliki fastabiqulkhoirat dalam dan luar dirinya. dalam diri manusia terdapat hal yang baik dan yang buruk, baik dzahir maupun bathin. Dzahirnya yang baik adalah unsur-unsur yang mendukung pada keadaan tubuh manusia adapun yang buruk adalah hal-hal yang menimbulkan menghambat pada kelancaran tubuh manusia. Bathiniyah manusia yang baik adalah hal menjadi pendukung kesehatan jiwa sedangkan hal yang buruk adalah hal yang menjadi penghambat kesehatan jiwa manusia. maka dari itu internal manusia harus selalu dijaga agar tetap sehat.
Adapun dari luar diri manusia tidak jauh berbeda dengan keadaan internal manusia. adalah berupa pengaruh dari luar jasad manusia ketika sesama manusia secara nyata baik berperilaku baik ataupun tidak. begitupun bagian luar jasad manusia yang bersifat bathiniyah adalah jin dan syetan yang mempengaruhi kesehatan batin manusia.
Maka sebaik-baiknya manusia adalah orang-orang yang menjaga kesehatan lahir dan bathin. Sebagai kesimpulan adalah peribahasa akal yang sehat terdapat pada tubuh dan jiwa yang sehat. Sedikit yang menjadi titik lebih dan istimewa adalah Akal yang disertai keimanan kepada Alloh SWT akan menjadikan akal manusia mampu menjadikan manusia pada kedudukan yang diberikan Alloh SWT, yaitu Khalifah dimuka bumi atau manusia yang mampu mengeksplorasi alam semesta dengan potensi dan bakat yang diberikan oleh Alloh SWT sesuai dengan Ajaran-Nya. Maka terciptalah Holistic brain yang susah mudah untuk diraih dan dipikirkan oleh akal manusia.
(Wawa)Moch. Farid Wajdi (Wazdi) As-Sanjari 
1:20/09/15/2012

Kamis, 26 Juli 2012

Analisis Ilmu Nahwu: Deskripsi Sisi Kehidupan Manusia

Ilmu Nahwu atau Ilmu Dasar Sastra Arab di kalangan muslim sudah tidak asing lagi. ilmu ini dipelajari di berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Di dalamnya terdapat sebuah gambaran sisi kehidupan manusia meski terlihat gamblang (universal). Sepintas lalu sulit dipercaya ketika mendengar dari teman tentang ilmu nahwu sebagai deskripsi sisi kehidupan manusia, mana ada Ilmu bahasa yang digunakan hanya untuk bercengkrama menjadi sebuah gambaran atau deskripsi kehidupan manusia. Sebelumnya esensi dan subtansi ilmu nahwu yang masih dianggap samar ini membuahkan kepenasaran yang sangat dalam meskipun bukunya belum pernah saya lihat dan pegang. Konon Substansi Ilmu nahwu ini dibuat pertama kali oleh Mama KH. Dimyati asal Banten. ( Kiyai tersebut sampai sekarang belum saya ketahui begitupun buku atau kitabnya). Namun secara perlahan, setelah dipelajari (meski belum terlalu bisa), ternyata berdasarkan asumsi-asumsi dan disesuaikan melalui syarah kitab aj-jurumiah memang bisa dibenarkan.
Berawal dari definisi Kalam yang didefinisikan sebagai lapad yang tersusun yang bisa dipahami melalui penempatan struktur bahasa arab. kalam tersebut tidak bisa sempurna ketika hanya dibentuk/disusun dengan satu lapad saja tentu membutuhkan lapad atau kata lain, yaitu bentuk kata yang berupa isim (kata benda), fi'il (kata kerja) dan haraf (kata sambung/penghubung). begitupun manusia tidak bisa hidup sendiri tetapi membutuhkan hal lain dan manusia hidup secara dinamis serta kadang membutuhkan instrumen dalam hidupnya. 
hidup manusia yang selalu beraktivitas membawa nasibnya pada sebuah kedudukan/eksistensi dalam lingkungannya baik melalui intrument (alat) atau pun tidak. tidak jauh berbeda dengan sebuah bentuk kata isim yang membutuhkan isim lainnya atau membutuhkan fi'il ataupun membutuhkan harap agar kalam bisa dipahami. seperti fi'il membutuhkan fail, mubtada membutuhkan khobar atau pun untuk lebih melengkapi keadaan kalam dibumbuhi haraf yang datang membawa makna.
selain dari itu, eksistensi manusia didunia ini tidak statis berubah sebagaimana berubahnya i'rob untuk isim. ditunjang dengan pekerjaan yang sama-sama memiliki hierarikis yang berbeda, seperti tukang kebun dengan direktur, sebagai qiyas dari 'irob bagi fi'il. ada 3 eksistensi manusia dalam kehidupan manusia, yaitu tinggi, sedang/menengah dan rendah, sama halnya dengan i'rob untuk isim (kata benda) ada 3, i'rob Rofa (tinggi), Nashab (sedang) dan khofad (rendah). 
Tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang memiliki 3 eksistensi; pekerjaan yang baik, yang sedang dan sia-sia atau rendah. atau juga bisa dikaitkan dengan manusia, yaitu pekerjaan yang dianggap baik (mujur) bagi manusia, ada juga sedang atau biasa-biasa saja dan pekerjaan yang sia-sia (yang tidak boleh dikerjakan).  Misalnya Manajer dengan satpam serta bandar narkoba.  
Dari penjelasan diatas bisa dipahami bahwa manusia tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas/pekerjaan dalam kehidupannya. Selebihnya bisa dipahami bahwa pada umunya setiap pekerjaan memerlukan instrumen  yang terkadang intrumen ini menjadi ciri tinggi rendahnya suatu pekerjaan. Sebagaimana isim dan fi'il tidak akan "bersenyawa" terus menerus yang tentunya membutuhkan haraf untuk menambah perkataan atau ungkapan lain, yang mana haraf ini terkadang memberi pengaruh pada makna yang terkandung dalam sebuah perkataan atau ungkapan.
Selebihnya, Isim yang memiliki 3 eksistensi diatas memiliki bentuk isim yang memiliki kategorisasi tersendiri sehingga akan berpengaruh pada kedudukannya. Isim memiliki kategori tertentu tergantung sisi mana kita memandang. seperthalnya isim dilihat dari sisi kuantitas, ada mufrod (satu), tasniah (dua) dan jamak (plural) samahalnya manusia kadang sendiri, berdua dan berkumpul lebih dari dua. 
Berbicara masalah kedudukan, diantara ketiga pemebentuk kalam diatas, hanya isimlah yang memiliki kedudukan, tidak untuk fi'il dan tidak pula untuk haraf. kedua pembentuk ini bisa memiliki kedudukan ketika diiringi dengan kata lain, baik fi'il diiringi isim, fi'il dengan haraf, atau haraf dengan isim. Begitupun halnya manusia,, Manusia tanpa pekerjaan masih memiliki predikat, berbeda dengan pekerjaan tidak ada (berjalan) tanpa ada yang bekerja, begitupun dengan intrumentnya.
Maka tidak heran bila dalam kitab dasar ilmu nahwu, hanya isimlah yang memiliki kedudukan. sepertihalnya didunia ini, manusialah yang diberi kedudukan oleh Alloh SWT. sebagai khalifah dimuka bumi untuk mengelola dan mendayagunakan alam sekitarnya. Jadi, bila kita ingin hidup berarti kerjakanlah pekerjaan yang baik agar kita bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi, baik disisi Alloh SWT. maupun disisi sesama.
Akhirnya, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya sangat terkesan dengan adanya pensyarahan kitab ilmu nahwu yang mungkin bisa dikategorikan sebagai pandangan terhadap ilmu nahwu dari segi ilmu sosiologi. Sebagai penutup, semoga ilmu sang pelopor (Bapak KH.Dimyati) menjadi berkah bagi kita semua Amin ya rabbal alamin.
 Moch. Farid Wajdi (Wazdi) As-Sanjari (Wawa)
Tasikmalaya,  27 Juli '12. 2:14
Melayang kuterpana dalam buaian sang piawai
Gundah gulana bertalu hasrat bersua
bersua sang piawai serta buah pena-nya
 Salam hormat dan semoga keberkahan Menyertainya
Amin ya Rabbala'lamin...... 
  

Jumat, 23 Desember 2011

KESAN DIAKHIR DESEMBER

Perjalanan yang tidak terduga mengunjungi sebuah kota-kota di jawa tengah, mulai Candi borobudur hingga hingar bingar di tengah kota yogyakarta, tepatnya di jalan malioboro. Mulai dari candi borobudur yang termasuk salah satu keajaiban di dunia, candi ini konon kata teman berdasar pada salah satu referensi sejarah yang kurang tahu persis bukunya `_~, yang pasti telah dikenal luas oleh masyarakat di jagat raya. satu yang dirasa aneh, berbagai keterangan tentang keadaan borobudur terpampang di kanan maupun dikiri jalan. namun sekarang ini, hanya sedikit terpampang keterangan-keterangan tentang candi borobudur ini. entah mungkin ada sedikit tendensi atau apapun lah, yang sulit dipahami. maksudku,mana bisa lebih menarik masa bila dipinggir jalan menuju candi boroudur hanya tertulis gambar dan tahun berdirinya, tanpa "iming-iming" keterangan lain yang lebih berpengetahuan, misalnya, terpampang sedikit ringkasan goresan tangan dari berbagai sisi ilmu pengetahuan atau para ilmuwan, padahal tidak sediit orang yang ahli dalam bidang tertentu yang dalam penelitiannya membahas candi borobudur. almarhum DR.H. Hidayat nataatmaja, mengkaji susunan bangunan candi borobudur dari sudut ilmu islam. atau dikaji dari segi psikoanalisis budaya terhadap ilmu arkeologi dan lain sebagainya. adapun Dari segi lingkungan candi borobudur sudah tidak diragukan lagi, bersih dan tertata rapi.
perjalanan berlanjut ke Taman Pintar, sebuah tempat yang berkesan seperti toserba besar, didalamya tersimpan hal-hal yang cukup dikagumi yang berlabel pintar dan amazing. namun kesan awal yang kudapatkan adalah sebuah "pertokoan ide-ide pintar". saat tiba didepan dan ditunjukkan tempatnya, gerbangnya tidak jauh berbeda dengan pintu masuk ke sebuah perum. entah dikarenakan belum sepenuhnya tuntas atau apa, yang pasti hanya kesan itu yang aku dapat dan tidak terisi direlung hati. sepenggal kisah perjalanan berkesan di taman pintar. satu foto yang berkesan dibenak dan pikiranku, yaitu, lambang-lambang senjata keraton yogya, seperti cakra, trisula dan sebagainya, memberi kesan adanya nilai-nilai fiosofis yang masih dan perlu dipertahankan. karena lambang-lambang itulah menjadi karakteristik nilai-nilai budaya jawa yang sangat kental.
Perjalananku berakhir, diperbelanjaan jalan yang termashur, yaitu maliobro, suasananya lumayan rame, hanya saja sisi mana yang menjadi jalan tersebut bisa terkenal dan mesti dikunjungi orang sewaktu ke yogyakarta?, apa mungkin tempat perbelanjaan dipinggir jalan ataukah tempat santai seperti sekelompok orang yang bermain musik dengan alat-alat tradisional?. tempat perbelanjaan khas yogya tidak jauh berbeda dengan tempat lain, atau tempat bertengger orang-orang yang santai atau istirahat sambil jajan sekedarnya, cuma bagi saya hanya satu yang berkesan, yaitu sekelompok pemuda yang bermain musik dengan alat tradisional. kesannya memberi aura kedamaian dan ketenangan di sekitar jalan malioboro. atau entah karena aku berkunjung di sore hari, tidak dimalam hari, yang konon katanya lebih ramai. kesan ini bercerita tentang yogya sekarang, yang dahulu benar-benar dikenal sebagai kota pendidikan dan memberi kesan yang khas lain dari pada yang lain. 23 Desember '11

Jumat, 11 Februari 2011

Manajemen Waktu

Adalah sebuah kerugian ketika manusia tidak menggunakan waktunya dengan hal-hal yang berguna bagi dirinya maupun sesama. Pemahaman ini diambil dari surat al-Ashar yang menganjurkan setiap manusia agar tidak merugi, Umat Islam dianjurkan beramal sholeh dan saling menasehati pada jalan kebenaran dan kesabaran. maka tidak asing lagi kita kenal sebuah perilaku moralitas masyarakat islam sekarang ini, yaitu menciptakan masyarakat madani yang memiliki keshalehan sosial.
Dalam mencipatakan dan memanifestasikan perilaku keshalehan sosial, ada sesuatu hal yang lebih penting dan dianggap sulit untuk diamalkan yaitu memanag waktu yang berkonsekuensi pada perwujudan terhadap disiplin waktu.
Dalam hal ini, agama Islam yang bersumber pada al-Qur'an dan Sunah Rasulullah saw tentang sebuah kedisiplinan waktu, yaitu adanya penentuan waktu shalat yang lima waktu. selain dari itu, adanya pembagian waktu secara garis besar, yaitu tentang waktu bekerja dan waktu istirahat, siang untuk bekerja dan malam untuk istirahat.
meski tidak terlalu spesifik, tentunya manusia sebagai makhluk yang berakal mampu mengatur dan memanag hingga menjadikan sesuatu itu menjadi lebih baik, yaitu sebaik-baik urusan adalah pertengahan, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu kekurangan.
oleh karena itu, dalam mengatur (memanag) waktu harus seimbang agar segala yang dikerjakan itu berjalan dengan baik dan lancar. karena ada sebuah perkatan lain bahwa waktu itu seperti pedang, jadi gunakanlah waktu itu sebaik-baiknya.

Minggu, 30 Januari 2011

Bersila Dalam Hamparan Harapan Seorang Insan

Sejenak titik putih bercurahkan pancaran angan tuk mendapatkan cahaya Tuhan dalam perjalanan hidup manusia. Keredupan itu terpecah saat intensitas cahaya terpancar dari bibir alam pikir. sedikit demi sedikit terkuak sebuah kontemplasi yang tak pernah terduka ditemukan, sapa maafku tergumam dalam pejaman mata dalam penelusuran titik cahaya menuju perjalanan pikiran saat itu. entah mengapa beliau memberikan sesuatu hikmah dalam benak. kuterima dan kukasihi hikmah itu dan teringat hingga kini. jejak gambar-gambar dari sebuah keinginan atau kehendak ataupun kejadian dalam diri atau di alam semesta ini terhujam meski sedikit aneh tapi simbol dan tanda mungkin sebagai satu anugerah.
Genggaman Tuhan yang Maha Pencipta Terasa hangat menancap dalam benak yang haus akan kasih dan kekuatan hidup. redup dan kelamnya hati terungkap dalam satu titik cahaya keyakinan yang terus tergali dan hilang berganti. sempat paham menganga diangkasa terbagi menjadi butiran-butiran embun pagi dan panah-panah yang sengaja ditancap di sekitarnya.
Indahnya buaian sistematika cahaya yang berupa ilmu itu hilang silih berganti terhapus kelamnya hati. titian asma-asma Tuhan dan serta iringan untuk Nabi dan Rasul serta merta terucap sehingga sedikit demi sedikit cahaya itu merebak dan menambahkan inti hati menjadi penuh dengan cahaya, namun sedikit aneh ketika
asma dan iringan bagi Nabi terhenti, reduplah cahaya tadi. sedih rasanya ditinggalkan cahaya penerang hati manusia. namun tak henti-henti asma-asma itu terus kupanjatkan yang mungkin hingga akhir hayatku.
Sebuah harapan yang terus menerus terhampar dalam naungan kuasa ilahi, tidak pernah meredupkan usaha untuk tetap mendapatkan cahaya itu. begitu besarnya manfaat cahaya itu bagi semua insan di alam semesta sekaligus sebagai kendaraan bagi insan menjalani hidup di alam fana maupun di alam baqa.
Sejuta mimpi seribu kalbu merindu harapkan cahaya yang mampu berintensitas di alam raya ini. karena cahaya itu, semua insan mampu melakukan segala hal, baik ide maupun manifestasi yang kelak akan mengeksplorasi alam semesta ini. semoga dan semoga cahaya itu terus mendekati dan merebahkan dirinya dalam kalbu dan merebak menelusuri denyut nadi jasadk kasar insan.

Sabtu, 04 September 2010

Sekapur Sirih Naturalis of experience

Suatu perjalanan yang tidak mungkin kulupakan. Untaian alam pikir dari titik-titik terhubung menggariskan langkah kehidupan nyata. Hantaran five of life, sekelumit dari ilmu Tuhan Yang Maha Kuasa, menyebar dan menyerap kedalam jiwa dan atma yang tidak lagi kumiliki sepenuhnya, hanya sebagai Engkau dalam diriku yang awalnya terbaring tertegun dan ketakutan dalam sujud.
Tertegunnya aku dalam kesesuaian sebuah sistem terbesar didunia dengan satu kunci yang telah pasti, kebesaran dan kekuasaan serta kekuatan-Nya. Keunikan dan keagungan-Nya selalu terjaga dan terpelihara didada dan hati hamba-Mu ini. Sejuta asa, seribu mimpi terkuak dalam hamparan anai-anai yang terabaikan.
Mandilah aku dalam berbagai buaian kehalusan-kehalusan alam yang hanya bersitan-bersitan sajalah meski kadang kurang beruntung kudapatkan hikmah dan buahnya. Deraan poros tertinggi merangkai ungkapan-ungkapan tak enak dinafsu nikmat diembat.
Aliran air yang terus mengalir sesekali tercubit dan tercium cahaya hingga dipelukan mentari, berbagai warna terakumulasi dan terakulturasi diangkasa, dan sesekali pula saling gesek dan gasak satu dengan lainnya hingga menggetarkan alam dan akhirnya sebagian kembali turun mencair dalam pelukan hamparan bumi atau direlung-relung bumi menyatu bersama yang lain menjadi bah dan anaknya berpencar sebagaimana kodratnya.
Putaran dan perubahan wujud akan selalu ada dan semua itu ada dalam diri manusia. five of life menjadi sebagian kekuasaan dan kekuatan Tuhan yang diterkadang disembah dan dijadikan sebuah berkas membawa hikmah. Dayagunalah yang aku teruskan dan aku lanjutkan sebagaimana Tuhan instruksikan kepada sang Adam.
Sujud syukurku Ya Alloh..kuambil sebagian dari kekuasaan dan kekuatan-Mu semoga selalu bermanfaat hingga akhir hayat. Amin.
04-09-2010.
Diawal Tahun Kelahiranku. HUT. Wawa Farid Wazdi.

Rabu, 11 Agustus 2010

TRI DASA RAMADHAN

Diujung sya'ban yang penuh kebahagiaan, keterikatan antar sesama menyatu dalam satu kesamaan hidup untuk saling merasakan pelbagai rasa kehidupan. keretakan-keretakan yang ada berujung dengan kesempurnaan sebuah ikatan ummat yang membahana. Acap kali salah ucap sandarkan rasa semaunya.
Selendang ini dikibarkan dengan 3 warna rasa ilahi terucap dari lidah sang Nabi. Kasih sayang bertalu diawal dasa hari ramadlan. Garis ini membujur lebih tinggi dan lebih besar, tentunya lebih halus dari sekedar hari-hari hingga kiamat jadi.
dua dasa kemudian garis penghapus titik hitam langkah manusia yang kadang lupa dan salah. terjatuh dan terkulainya manusia dalam titik noda hitam yang semestinya dipinta, tetapi sang ilahi tambahkan rasa manis itu dengan sebuah kelezatan diantara seduhan yang mungkin terasa kurang dalam pengecapan rasa.
Akhirnya diakhir dasa ramadhan sebuah tindak protek dan preventif ilahiyah dari panas dan hembusan hamparan siksa neraka. naluri-naluri ilahiyah terlahir dengan sendirinya dalam titik nominasi dipenghujung ini. seleksi pancaran ilahi disatu malam penuh arti yang cukuplah kepasrahan dari ibadah-ibadah yang akan menuai kebaikan 1000 bulan dari munajat seorang abdi atasNYa. keberkahan yang terus menerus ditebarkan bukan hanya ditanah suci namun disemua penjuru alam.
itulah 3 dasa ramdhan yang penuh hikmah. marhaban ya ramadhan. semoga kunikmati keberkahan angin surgawi dari ketiganya. Amin.

Sabtu, 31 Juli 2010

Taman Firdaus Terhalang Rimba Belantara

Sejenak terkoyak dalam cengkraman negara Asia tengah, Cordova islami terbakar habis bersama bekal-bekal dari timur tengah. puncak kejayaan itu terkikis oleh lereng-lereng dan sempalan-sempalan yang akhirnya satu demi satu runtuh dan roboh. untuk kesekian kalinya isi hati terkoyak menggugah rasa keinginan menabur benih keilmuan dalam berbagai dimensi menuju kebangkitan kembali setidaknya setaraf bahkan melebihi saintifis dan para prolog yang terus membentangkan kepak sayapnya.
Tahap demi tahap tanpa taraf serta hierarki tak terpedulikan demi mengejar dan mengembalikan kepercayaan serta cerdik pandai yang hingga kini tercium aroma napas kehangatannya. rimba belantara sempat tercabik-cabik hingga menjadi sebuah taman yang indah dan tanaman-tanaman yang indah dan digemari.
Sejenak berbagai kontemplasi dan ekspedisi tereksplorasi hingga kini dianugerahi naungan ilahi. Bersemayam dalam lautan awan pun terbungkus hingga tertawan dalam sebuah naluri klasifikasi dan kodifikasi pengetahuan yang membahana melalui berbagai media.
Entah kurun keberapa, jejak langkahnya terungkap dan mampu ditelusuri para bijak. kesatuan tekad melalui pintu yang berbeda terbuka dengan sendirinya terhirup kembali udara segar melalui satu pegangan dan pedoman nan terpelihara hingga akhir dunia.
itulah kuncinya segala hal dan perjalanan sebuah kepasrahan yang terstruktrur dan sistematis dari sang ilahi. Dan masih banyak mutiara-mutiara terpendam lainnya yang belum terungkap hingga kini. hal inilah yang kita yakini bahwa selama transkrip-transkrip ini kita gali dan terinterpretasikan secara baik pula, maka tentu kenikmatan dan keindahan Taman surgawi pun terbuka lebar meski jalannya curam dan berliku.
keindahan-keindahan yang diidam-idamkan itu masih menganga dalam buaian-buaian yang masih tersimpan rapi dan terkondisi serta merta membahanakan meski sesekali terjadi pergesekan yang menorehkan onggokan-onggokan yang tidak menyedapkan.
semoga dan semoga keindahan serta rimba-rimba yang masih berserakan dan membelantara pun terhinggapi angan-angan yang tersusun rapi dalam kajian-kajian yang berbeda dalam tujuan yang sama yang kita dambakan.
Perjalanan dan perjuangan keilmuan islam

Jumat, 25 Juni 2010

Ajari Aku Sholat....!

Selama ini, sebagai muslim tidak pernah terukir dalam benak dan pikiranku tentang sebuah makna sholat hingga titik inti dari sholat itu sendiri. senada dengan kata para ulama bahwa sholat merupakan sebuah ritual atau ibadah yang dilakukan yang dimulai dari takbir hingga salam. pemaknaan rukun-rukun yang ada, yang melahirkan sebuah konsekuensi sebagaimana firman Alloh SWT, Pencegahan dari perbuatan keji dan munkar. ataukah tidak perlu pemaknaan sama sekali tentang segala hal aplikasi sholat itu. lantas dari sisi manakah sholat itu mampu berkonsekuensi sebagai tujuan preventif terhadap keji dan munkar?.
Telah lama ibadah sholat itu dilakukan dan disyari'atkan namun semua itu tidak teraplikasi hingga titik konsekuensinya. Pernah ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa tata laku dan perilaku dalam sholat itu memaknai sisi kehidupan yang manusia jalani. Sebagaimana tegaknya posisi dalam sholat merupakan sebuah tegaknya pendirian seseorang hingga tingkat sikap tawadlu dan tadarru' yang mewakili ruku dan sujud dalam sholat. Atau pemaknaan individualis dan sosialis dalam pelaksanaan munfarid dan berjama'ah.
Sedikit banyaknya hal itu ternyata ada dalam sebuah deskripsi tatanan norma susila kehidupan manusia. meski terkadang kita terjatuh dalam sebuah "keadaan terpuruk" (udzur) sehingga kita harus melaksanakan sholat dengan cara duduk.
Kemudian sebelum melaksanakan sholat diharuskan membersihkan dan mensucikan diri dari berbagai hal yang akan mengganggu kelancaran sholat sehingga sholat menjadi khusyu hingga salam. kekuatan dan kehampaan memegang sebuah hasrat yang terukir dihati atau sebuah keinginan untuk sekedar mengisi perut terukir dalam kias sikap tangan dalam posisi berdiri. Atau hanya sebuah sikap penjagaan hal yang terpenting dalam kehidupan.
meski terkadang aku lupa dan aku harus melakukan hal yang terlupakan dan melakukan sebuah ketundukan manusia kepada Alloh swt yang Maha Ilmu, sebagai Kesyahwian manusia dalam suatu waktu.
berbagai kodifikasi kias ibadah dalam norma kehidupan terkadang terselip meski tidak banyak hal itu terpikirkan olehku. Entah mungkin juga perilakuku pun tidak jauh berbeda dengan sholat yang aku lakukan selama ini.
itu mungkin sebuah interperetasi yang terbersit dalam pikirku. mungkin benarnya tidaknya belum tentu dan belum pernah aku tahu dalam pengetahuanku. Maka aku pun belajar melalui pemaknaan sholat sebagai sebuah titik fondasi agama yang pertama setelah pernyataan syahadatain yang selalu terucap setiap kali dalam sholat dan keyakinan terhadap Sang Penilai agama Islam sebagai Agama yang terpilih disisi-Nya.
Maka dari itu, aku terus belajar sholat dengan melakukannya setiap hari sebagaimana waktu yang telah ditentukan dan sebagai sebuah ketundukan serta kepasrahan terhadap tiang-tiang agama islam sekaligus manifestasi pernyataan dan persaksianku yang tidak perlu aku ucapkan secara formal,meski belum semua aku lakukan yaitu rukun bagi orang yang dianggap mampu membekali dirinya di perjalanan. Semoga melalui pembelajaran sholat ini mampu mencapai tujuannya dengan sendirinya. Amin...

Kamis, 10 Juni 2010

Momentum Sebuah Falsafah Ibadah

ketika sebuah agama digirng kepada sebuah segi hubungan antara makhluk dengan pencipta, maka hal itu akan mengalir pada sebuah ibadah secara horizontal. maka tidaklah heran ketika sesuatu simbol digulirkan sebagai titik fokus atas pusat untuk peribadatan.seperti arah ibadah sholat yang mengarah ke arah ka'bah atau kiblat adalah sebuah titik simbol pertam sejak Nabi adam, karena dulunya merupakan titik utama peribatan yang dilakukan nabi adam, maka pada zaman nabi ibrahim titik tersebut dibentuk dan diperbaiki sedimikian rupa adanya sekarang. Dulunya ka'bah merupakan sebuah tembok yang berbentuk seperti bangunan yang belum tuntas.
Ada kata ka'bah dan kiblat, yang memiliki arti dan makna berbeda hingga pada titik realisiasi yang berbeda pula. ka'bah berbarti simbol lahiriyah dan kiblat adalah simbol bathiniyah. maka dari itu, dikarenakan sholat merupakan ibadah yang dilaksanakan secara lahir dan bathin maka tidak heran pada kenyataannya secara lahir yang sholat menghadap ka'bah dan kiblat menghadap kepada sang pencipta (kepasrahan kepada sang pencipta alam Alloh swt). tidak sedikit dan tidak heran ketika kedua kata tersebut dipertanyakan oleh ummat islam sendiri. maka tidak ada salahnya ketika hal itu didiskusikan atau dijelaskan secara gamblang agar tidak terjadi kebingungan.
ketika sebuah agama melihat kepada dua sisi yang inti, yaitu lahir dan bathin, maka hal itulah yang menjadi sebuah titik pembinaan dan bimbingan dalam semua agama. sehingga masing-masing agama memiliki format dan formulasi yang berbeda dalam mengusung dan mengantarkan ummat manusia.
Maka falsafah ibadah dari semua agama adalah pembinaan dan pembimbingan manusia kedua arah kebaikan didunia dan diakhirat, atau ketenangan dan ketentaraman lahir dan bathin. maka semua peribatan hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Rabu, 12 Mei 2010

Sebuah Kontemplasi


Secercah dari sebuah kesadaran untuk melepaskan diri dari genggaman sang Durjana yang tanpa sadar kubuat kesalahan yang hampir merenggut nyawa. Hanya satu titik lagi dari harapan-harapan yang tersisa kusematkan secercah dan sepercik cahaya dari tenaga yang kupunya. Sempat kuterlelap dalam kegelapan tanpa sadar dan kubersyukur aku masih terbangun kembali dalam waktu yang cukup singkat namun terasa lama.
Semula kukira kematian bagai sebuah mimpi yang hanya meninggalkan jasad saja dan berkelana di alam lain, namun ternyata perlu proses lain untuk kembali dalam sebuah wujud senyawa antara atma yang tidak sadar dengan atma yang sadar. Entah berapa kali jiwaku terus dikejar-kejar dengan yang namanya kematian, namun baru kali ini dan hari ini ku tahu arti kematian yang sebenarnya. Tak ada suara, tak ada kesadaran, tak ada sebuah kehidupan pun dan tak ada segala-galanya, inilah mungkin yang diartikan sebagai fananya sebuah kehidupan. pada awalnya aku mengira bahwa kematian itu adalah saat aku dibawa oleh seseorang yang tidak kukenal dan menari diatas awan bersama kelelawar yang berukuran besar yang menyelamatkan aku dan kembali ke dalam tubuhku.
Sepengetahuanku dulu kematian adalah lepasnya nyawa dari tubuh dan hidup dialam barzah, dan akan dibangunkan kembali dengan tubuhnya pada saat diyaumul mahsyar, sebagai mana dalam KItab Al-Qur'an surat al-baqarah bahwa manusia akan mengalami dua kali kematian dan 3 kali hidup dan tidak ada kematian lagi setelah itu.
Dari semua ini, aku semakin mengerti apa arti sebuah kematian serta akan dibawa kemana kita nanti. kematian yang hanya lepasnya nyawa dari jasad dan hidup sadar dialam lain dan kematian yang lepasnya nyawa dari tubuh tanpa sadar, keduanya telah aku alami. mungkin kebenaran dari dua keadaan ini kuserahkan kepada Sang Pencipta. Semoga dan semoga keadaan ini bisa menjadi hikmah bagi hidupku di dunia ini dan demi keselamatan di akhirat nanti.